Bank of America menyuarakan beli untuk JPMorgan Chase (JPM), menaikkan target harga menjadi 408 dolar, menilai AI dan bisnis perbankan investasi akan memberi dorongan

Berita Keuangan Q2 JPMorgan Chase (morgan besar Amerika) benar-benar mencuri perhatian! Menurut laporan media CNBC, analis Bank of America (BofA) mengeluarkan laporan terbaru setelah rilis laporan keuangan, tidak hanya mempertahankan peringkat “beli” untuk JPMorgan Chase, tetapi juga menaikkan target harga secara signifikan menjadi 408 dolar AS. Analis menilai saham JPMorgan Chase masih memiliki potensi kenaikan lebih dari 20% dengan didukung oleh pemulihan investasi perbankan, belanja modal AI, serta arus masuk ke manajemen kekayaan.

(Pengantar: Tether kembali menyuntikkan 20 juta dolar AS untuk ekspansi ke Argentina, bank baru Ualá ikut menaiki kereta stabilitas koin di Amerika Latin) (Latar tambahan: Circle kembali menata ulang strategi di Korea! Rapat tertutup dengan bank, bursa, dan institusi keuangan—sinyal apa yang dilepaskan?)

Daftar Isi

Toggle

  • BofA menaikkan target harga besar-besaran menjadi 408 dolar AS
  • Pemulihan investasi bank dan belanja modal AI jadi mesin kunci
  • Kondisi makro yang positif, Wall Street ramai-ramai menaruh harapan

Kinerja kuat para raksasa keuangan AS ini sedang menyuntikkan dosis semangat baru bagi Wall Street. Pada 16 Juli 2026, waktu Taipei, menurut laporan media CNBC, bank terbesar di Amerika, JPMorgan Chase (kode saham JPM), baru saja mengumumkan laporan keuangan kuartal kedua 2026 yang dipandang sebagai “barometer” bagi industri perbankan. Data menarik dari berbagai bisnis inti mereka tidak hanya melampaui ekspektasi pasar, tetapi juga menarik perhatian dan dukungan dari beberapa bank investasi papan atas.

BofA menaikkan target harga besar-besaran menjadi 408 dolar AS

Analis Bank of America, Ebrahim Poonawala, langsung mengeluarkan laporan penelitian terbaru setelah JPMorgan Chase merilis laporan yang mengesankan tersebut. Ia tidak hanya menegaskan kembali peringkat “beli” untuk JPMorgan Chase, tetapi juga menaikkan target harganya dari 362 dolar AS menjadi 408 dolar AS.

Jika dihitung berdasarkan harga saham JPMorgan Chase yang belakangan berfluktuasi di kisaran 330 hingga 340 dolar AS, target harga baru yang diberikan oleh BofA berarti saham tersebut masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan sekitar lebih dari 20%.

Pemulihan investasi bank dan belanja modal AI jadi mesin kunci

Saat mengurai alasan kuatnya BofA dalam menilai positif JPMorgan Chase, Poonawala menyebut bahwa bank tersebut menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat di bidang-bidang inti seperti investment banking, aktivitas perdagangan, serta pendapatan bunga bersih (NII).

Yang lebih penting, analis menunjukkan optimisme tinggi terhadap prospek laba JPMorgan Chase di masa depan, dan memperkirakan kinerja labanya sepanjang tahun 2026 serta 2027 akan terus direvisi ke atas. Hal ini terutama berkat pemulihan menyeluruh pasar modal, arus masuk dana yang berkelanjutan ke manajemen kekayaan, serta kebutuhan permintaan aktivitas bisnis yang besar yang didorong belanja modal terkait kecerdasan buatan (AI). Performa kuat dari segmen-segmen ini akan menjadi mesin utama untuk menopang pertumbuhan kinerja bank-bank besar.

Kondisi makro yang positif, Wall Street ramai-ramai menaruh harapan

Gelombang antusiasme terhadap saham keuangan ini tidak hanya milik Bank of America. Laporan tersebut menyebutkan bahwa ketahanan yang ditunjukkan JPMorgan Chase mencerminkan kondisi ekonomi makro saat ini yang menguntungkan bagi perkembangan industri perbankan secara keseluruhan; termasuk pemeliharaan lingkungan suku bunga tinggi, pertumbuhan stabil pada bisnis pinjaman, serta kebangkitan kembali vitalitas pasar modal, yang semuanya memberi dukungan fundamental yang kuat bagi bank-bank besar.

Selain Bank of America, beberapa sekuritas ternama termasuk UBS, Evercore ISI, serta Keefe Bruyette & Woods (KBW) dalam waktu dekat juga turut menaikkan target harga JPMorgan Chase. Bahkan BofA berani memprediksi, dengan latar makro yang mendukung saat ini, terdapat beberapa bank besar AS yang laporan keuangannya diperkirakan akan melampaui ekspektasi pasar, sekaligus menunjukkan kemampuan menarik dana yang kuat.

JPM-0,31%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan