Ekspektasi pelonggaran kebijakan leverage yang ketat dan penilaian ulang kebutuhan AI bertemu, sektor penyimpanan Korea terus tertekan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

BlockBeats, 16 Juli. Saham sektor chip penyimpanan Korea Selatan baru-baru ini terus melemah. Kekhawatiran pasar yang kembali menilai prospek kebutuhan komputasi berkaitan AI, ditambah kekhawatiran akan siklus industri, serta Korea Selatan yang sedang menyiapkan kebijakan pelonggaran ketat transaksi berleverage, menjadi penyebab utama terjadinya penurunan harga saham. Insiders menyebutkan bahwa industri chip penyimpanan sejak lama memiliki ciri siklus yang jelas: setiap kali industri sedang mengalami kenaikan prospek, pabrikan umumnya turut memperluas kapasitas produksi; setelah itu, rilis terkonsentrasi dari kapasitas tambahan menyebabkan harga jatuh tajam dan industri secara keseluruhan terjerumus ke kerugian. Namun, setelah belanja modal menyusut dan keseimbangan pasokan-permintaan kembali tercapai, industri kemudian memasuki siklus kenaikan prospek baru.

Kabar Meta yang berencana menyewakan sumber daya komputasi yang menganggur, misalnya, memicu kekhawatiran pasar tentang potensi investasi berlebihan pada infrastruktur AI. Sentimen terkait pun menyebar cepat ke seluruh sektor chip penyimpanan global. Sandisk, Micron Technology, Seagate Technology, dan Western Digital—sebagai pemimpin industri—dalam beberapa pekan terakhir harga sahamnya masing-masing juga telah turun lebih dari 20% secara kumulatif, sehingga ikut membebani kinerja saham terkait chip penyimpanan di Korea Selatan. Di saat yang sama, Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan bahwa Micron berencana berinvestasi 250 miliar dolar AS di AS untuk memperluas manufaktur chip penyimpanan di dalam negeri, guna memperkuat keamanan rantai pasokan AS.

Selain itu, preferensi risiko di pasar Korea Selatan juga dipengaruhi faktor kebijakan. Bank Sentral Korea hari ini mengumumkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 2,75%, ini merupakan kenaikan suku bunga pertama sejak Januari 2023 dan sesuai ekspektasi pasar. Sementara itu, Asosiasi Investasi Keuangan Korea mengungkapkan bahwa lembaga manajemen aset besar di sana sedang membahas langkah perlindungan bagi investor terkait ETF berleverage pada saham individual, termasuk meningkatkan persyaratan margin minimum dan mengoptimalkan mekanisme rebalancing. Adapun persyaratan margin untuk ETF chip berleverage Korea dapat ditingkatkan menjadi 5 kali lipat dari level yang berlaku saat ini, sehingga makin memperparah sentimen kehati-hatian pasar terhadap likuiditas untuk sektor chip.

META3,05%
SNDK-8,14%
MU-8,09%
STX-5,66%
WDC-8,88%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan