#SummerCreationCamp


Kenaikan Bitcoin Mereda saat Investor Menilai Data Inflasi dan Harga Minyak yang Meningkat

Kenaikan terbaru Bitcoin kehilangan momentum karena investor mencerna data inflasi AS terbaru, yang menandakan bahwa inflasi yang lebih rendah saja mungkin belum cukup untuk meyakinkan Federal Reserve memotong suku bunga dalam waktu dekat.

Meski Bitcoin tetap sekitar 3% lebih tinggi selama 24 jam terakhir, ia mengembalikan sebagian dari kenaikan sebelumnya, turun sekitar 0,5% sejak tengah malam. Ethereum mengikuti pola serupa, mencatat kenaikan harian yang kuat sebelum akhirnya mengalami koreksi kecil.

Laporan Indeks Harga Konsumen (CPI) terbaru ternyata lebih lemah dari perkiraan, memicu optimisme bahwa inflasi terus melandai. Namun, pelaku pasar menjadi lebih berhati-hati untuk mengasumsikan bahwa data inflasi yang menguntungkan akan otomatis berujung pada pemotongan suku bunga.

Pasar prediksi cepat menyesuaikan diri setelah rilis CPI. Di Polymarket, ekspektasi kenaikan suku bunga bulan ini turun tajam, sementara sebagian besar peserta kini percaya Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tidak berubah. Data CME FedWatch juga menunjukkan probabilitas yang relatif rendah untuk adanya kenaikan suku bunga.

Menurut Markus Levin, co-founder XYO, pasar kripto menjadi lebih selektif dalam menafsirkan data makroekonomi. Meski meredanya inflasi umumnya mendukung aset berisiko seperti kripto, investor sekarang ingin melihat bukti yang konsisten bahwa inflasi bergerak turun secara berkelanjutan sebelum mengharapkan perubahan kebijakan dari Federal Reserve.

Lapisan ketidakpastian lain datang dari kenaikan harga minyak baru-baru ini. Perdagangan minyak mentah Brent yang berada di atas $85 per barel telah memunculkan kembali kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat menjaga inflasi tetap tinggi, sehingga mempersulit bank sentral untuk mulai melonggarkan kebijakan moneter.

Pejabat Federal Reserve juga menegaskan bahwa satu laporan inflasi yang menggembirakan belum cukup untuk menentukan arah masa depan suku bunga. Sebagai gantalan, data ekonomi yang akan datang—termasuk laporan Indeks Harga Produsen AS (PPI) dan laporan inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) pada akhir bulan ini—kemungkinan besar akan memainkan peran signifikan dalam membentuk ekspektasi pasar.

Bagi investor kripto, ini berarti langkah besar berikutnya Bitcoin mungkin lebih bergantung pada apakah inflasi terus melandai meski harga energi meningkat dan ketegangan geopolitik yang masih berlangsung.

Seiring kondisi makroekonomi terus berkembang, volatilitas kemungkinan akan tetap menjadi ciri penting pasar kripto. Investor sebaiknya terus memantau laporan ekonomi yang akan datang dan perkembangan global yang dapat memengaruhi inflasi maupun sentimen pasar.

Disclaimer: Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan edukasi serta tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan atau investasi. Investasi cryptocurrency melibatkan risiko, dan kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Selalu lakukan riset sendiri (DYOR) dan konsultasikan dengan penasihat keuangan yang berkualifikasi sebelum membuat keputusan investasi apa pun.
BTC0,33%
ETH2,40%
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Berisi konten yang dihasilkan AI
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan