David Schwartz mengutip Amandemen Pertama untuk membela iklan olahraga XRP

CTO Ripple Emeritus, David Schwartz, membela iklan XRP di olahraga kampus setelah para pengkritik menyerukan pembatasan yang lebih ketat terhadap promosi kripto

Ringkasan

  • David Schwartz berargumen bahwa iklan XRP yang faktual mendapat perlindungan Amandemen Pertama dari pembatasan pemerintah yang luas di seluruh AS.
  • Argumennya mengutip putusan Mahkamah Agung yang membatalkan pembatasan untuk iklan alkohol dan perjudian yang sah.
  • Ucapan komersial tetap dapat diatur, artinya Konstitusi tidak otomatis menutup setiap kemungkinan pembatasan iklan.

Perdebatan itu muncul setelah program atletik University of Kansas memutuskan untuk menempatkan branding XRP pada seragam tim lewat kemitraan multi-tahun dengan Ripple.

Dalam unggahan 15 Juli di X, Schwartz berargumen bahwa pemerintah tidak dapat menekan secara luas iklan yang benar untuk produk yang sah hanya karena pejabat yakin konsumen bisa mengambil keputusan yang buruk. Posisi dia berpusat pada perlindungan Amandemen Pertama untuk ucapan komersial.

Schwartz mengubah perdebatan iklan XRP menjadi persoalan konstitusional

Diskusi dimulai setelah para kritikus membandingkan promosi kripto di olahraga kampus dengan iklan untuk perjudian, tembakau, dan alkohol. Mereka berargumen bahwa universitas tidak seharusnya mengekspos mahasiswa dan penggemar olahraga yang lebih muda pada pemasaran aset digital.

Schwartz menanggapi dengan argumen hukum, bukan pembelaan XRP sebagai investasi. Ia menulis bahwa pemerintah tidak bisa menekan ucapan komersial yang benar semata-mata untuk mencegah orang membuat “keputusan yang buruk, namun sah.” Argumennya membedakan antara mengatur suatu aktivitas dan melarang ucapan yang benar tentang aktivitas tersebut.

Putusan Mahkamah Agung mendukung perlindungan untuk iklan yang sah

Schwartz mengutip 44 Liquormart v. Rhode Island, perkara Mahkamah Agung tahun 1996 yang meniadakan pembatasan iklan untuk harga minuman keras. Pengadilan menilai Rhode Island tidak dapat memblokir secara luas informasi harga yang benar hanya karena negara ingin mengurangi konsumsi alkohol.

Ia juga menyoroti Greater New Orleans Broadcasting Association v. United States. Dalam perkara itu, Mahkamah Agung memutuskan bahwa pembatasan federal tidak bisa menghalangi iklan untuk perjudian kasino pribadi yang sah dalam situasi yang dihadapi pengadilan.

Namun, putusan-putusan tersebut tidak membuat setiap pembatasan iklan XRP otomatis inkonstitusional. Dalam kerangka Central Hudson dari Mahkamah Agung, ucapan komersial mendapat perlindungan bila menyangkut aktivitas yang sah dan tidak menyesatkan. Pemerintah tetap bisa menerapkan pembatasan yang disesuaikan dengan baik yang secara langsung melayani kepentingan publik yang substansial.

Kesepakatan Kansas menempatkan logo XRP di olahraga kampus

Kansas Athletics mengumumkan kemitraan Ripple pada 8 Juli. Logo XRP akan tampil di seragam di seluruh program atletik universitas, menjadikannya tambalan jersey kripto pertama yang digunakan di seluruh program atletik kampus besar, menurut Kansas.

Kesepakatan itu juga mencakup branding di venue olahraga, properti digital, dan acara. Ripple akan mendanai program pendidikan finansial dan teknologi untuk atlet mahasiswa dan komunitas kampus yang lebih luas. Kemitraan ini juga memperluas tautan rekrutmen yang sudah ada antara Ripple dan lulusan Kansas.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, kesepakatan itu berjalan selama lima tahun dan memiliki hubungan personal dengan CEO Ripple Brad Garlinghouse, alumni University of Kansas. Sponsorship tersebut sejak itu menarik perhatian lebih luas tentang bagaimana universitas seharusnya menangani iklan aset digital.

Riwayat hukum XRP memberi konteks pada sengketa iklan

Perdebatan ini muncul tiga tahun setelah pengadilan federal mengeluarkan putusan terbelah dalam kasus SEC melawan Ripple. Pengadilan mendapati bahwa penjualan terprogram XRP Ripple tidak memenuhi kualifikasi sebagai transaksi efek dalam kondisi yang ditelaah, sementara beberapa penjualan institusional melanggar undang-undang efek. Kasus itu secara formal berakhir pada 2025 dengan denda 125 juta dolar AS dan perintah larangan tetap berlaku.

Riwayat itu membuat klaim luas tentang status hukum XRP lebih rumit daripada sekadar menyebut aset tersebut secara universal bebas dari pengaturan keuangan. Argumen Amandemen Pertama Schwartz justru bertumpu pada poin yang lebih sempit: ucapan komersial yang benar terkait aktivitas yang sah mendapat perlindungan konstitusional.

Upaya pemerintah untuk menerapkan larangan menyeluruh atas iklan XRP karena itu bisa menghadapi tantangan serius Amandemen Pertama. Namun, doktrin Mahkamah Agung yang ada masih memungkinkan beberapa aturan iklan komersial selama regulator dapat memenuhi uji konstitusional yang disyaratkan.

XRP3,01%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan