Sebagai contoh, jika BTC berada di titik terendah pada time frame mingguan dan bulanan, pada saat itulah membuka DCA (定投), posisi yang dipegang tidak akan terasa terlalu menyiksa. Yang terasa berat justru ketika harga turun, melihat orang lain beremosi pesimis, lalu diri sendiri ikut kehilangan kepercayaan. Ketika harga naik, tiba-tiba seperti mendapat “pencerahan” dari dewa, berubah jadi penganut crypto yang paling taat, seketika kembali punya keyakinan dan iman. Lalu terus membuka DCA di area setengah gunung, bahkan pada posisi yang tinggi, yakin bahwa itu akan terus menciptakan rekor tertinggi.



Hasilnya, tidak lama setelah DCA, terjadi koreksi besar, lalu mulai meragukan diri lagi. Setelah itu, di posisi rendah mulai menunggu (observasi) bahkan memotong kerugian. Harga naik lagi, baru membuka DCA lagi. Setelah operasi berulang-ulang seperti itu, semua koin akhirnya terkumpul di area yang relatif tinggi dan puncak-puncak. Satu siklus bearish panjang, sambil mengumpat, sambil terus cut loss.

DCA tidak perlu teknis, hanya butuh kesabaran: sabar menunggu harga yang rendah. Jika memilih DCA, itu pasti kondisi pasar yang sedang pesimis sehingga mulai membeli. Kalau psikologi takut tidak bisa diatasi, bagaimana cara mengatasi keserakahan untuk mengurangi posisi?

Kalau terlewat, ya tunggu gelombang berikutnya. Di pasar trading, semuanya kurang—kecuali peluang.
BTC1,89%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan