#MarketUpdate


Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar $63.057, turun sekitar 0,5% selama 24 jam terakhir, sementara Ethereum berada di $1.785, juga menunjukkan penurunan tipis. Harga-harga ini mencerminkan pasar yang terjepit di antara kekuatan yang saling bertentangan: momentum pemulihan jangka pendek dan tekanan makro yang terus berlanjut. Pasar kripto telah memasuki Juli 2026 dalam salah satu posisi paling rapuh sejak siklus bearish pasca-FTX, dengan Bitcoin sempat jatuh singkat di bawah $60.000 di awal bulan ini sebelum mengalami rebound yang sederhana.
**Kenapa BTC dan ETH Dibebani Tekanan**
Tekanan ke bawah pada Bitcoin dan Ethereum berasal dari beberapa faktor yang saling bertemu. Pertama, arus keluar ETF institusional telah mencapai $5,85 miliar dalam 30 hari terakhir, menandakan adanya tekanan jual yang signifikan dari investor besar. Indeks Fear and Greed membaik dari Extreme Fear (9) ke Fear (26), tetapi ini tetap menunjukkan sentimen yang berhati-hati di kalangan pelaku pasar. Selain itu, kedua kripto tersebut masih berada di bawah simple moving average 50 hari dan 200 hari mereka, dengan BTC 50-day SMA di $71.000 dan 200-day SMA di $72.000, sementara ETH 50-day SMA berada di $1.770 dan 200-day SMA di $2.232. Posisi teknikal ini mengonfirmasi bahwa tren menengah masih bearish meski ada stabilisasi baru-baru ini.
Pasar derivatif menunjukkan funding rate netral di 0,0049% dengan open interest datar sekitar $46,38 miliar, yang mengisyaratkan risiko likuidasi lebih rendah namun juga menunjukkan tidak adanya keyakinan arah yang kuat. Short covering telah mendominasi likuidasi pada 55,7%, yang menjelaskan rebound baru-baru ini tetapi tidak menunjukkan adanya minat beli yang benar-benar muncul. Lemahnya Coinbase premium juga makin menegaskan kurangnya permintaan spot AS, yang krusial untuk apresiasi harga yang berkelanjutan.
**Sinyal Sentimen Bearish vs Bullish**
Kasus bearish bertumpu pada beberapa fondasi yang kuat. Bitcoin kehilangan momentum di level-level yang seharusnya menjadi tempat menemukan dukungan, dan struktur pasar melemah secara signifikan. Arus keluar ETF menjadi hambatan struktural yang sulit diatasi tanpa adanya minat institusional baru. Selain itu, baik BTC maupun ETH masih berada di bawah moving average kunci mereka, dan daily RSI Bitcoin di 60,7—meski menunjukkan momentum bullish—disertai sinyal Stochastic dan Williams %R yang mengindikasikan risiko pullback jangka pendek.
Di sisi bullish, Bitcoin berhasil mempertahankan level dukungan psikologis $60.000 dan tetap berada dalam pola konsolidasi yang tertib dengan likuiditas kuat serta volatilitas yang relatif rendah. Akumulasi whale telah terlihat, dan arus tampak stabilisasi setelah arus keluar besar sebelumnya di tahun ini. On-balance volume Ethereum terlihat lebih baik dibanding Bitcoin, sehingga mengindikasikan Ethereum mungkin memimpin setiap pemulihan kripto yang lebih luas. Secara teknikal, pasar berada di zona transisi yang konstruktif, dengan tanda-tanda pembalikan internal masih ada meski headline-nya lemah.
**Level Support dan Resistance Kunci**
Untuk Bitcoin, zona support kritis berada di antara $60.000 dan $62.200. Jika level $62.200 gagal ditembus, jalur akan terbuka ke support $60.000, dan tembus di bawahnya dapat memicu penurunan lebih dalam menuju rentang $55.000 hingga $58.000. Dari sisi atas, Bitcoin perlu merebut kembali $64.800 hingga $65.000 untuk konfirmasi bullish, dengan target berikutnya di $64.700, $65.622, dan $67.292. Zona $64.000 sampai $65.000 adalah area breakdown dari akhir Juni dan menjadi resistance struktural utama.
Untuk Ethereum, level $1.718 adalah support krusial yang harus dipertahankan para pembeli. Area $1.769 merepresentasikan resistance dari moving average 50 hari, sementara level $2.232 menandai moving average 200 hari. ETH saat ini berada dalam mode konsolidasi bullish di dalam daily TBO Cloud, dengan garis Fast menyediakan zona entry yang lebih bersih bagi pembeli saat koreksi. Penembusan di bawah $1.700 akan membuka jalan ke $1.600 dan berpotensi $1.500, sementara merebut kembali $1.850 akan menandakan kekuatan menuju $2.000.
**Analisis RSI dan Indikator Teknis**
RSI harian Bitcoin berada di sekitar 60,7, menunjukkan momentum bullish namun belum mencapai wilayah overbought di atas 70. Ini memberi ruang untuk upside lebih lanjut jika tekanan beli terwujud. Namun, Stochastic oscillator dan Williams %R menandakan risiko pullback jangka pendek, yang berarti pergerakan lebih tinggi apa pun bisa menghadapi resistance. MACD masih berada di wilayah bearish tetapi menunjukkan tanda-tanda mendatar, yang bisa mendahului bullish crossover jika momentum berlanjut.
RSI 14 hari Ethereum berada di sekitar 52,8 hingga 55,8, menempatkannya pada wilayah netral antara 30 dan 70. Pembacaan netral ini menyiratkan ETH tidak overbought dan masih punya ruang untuk kenaikan jika pembeli masuk. MACD Ethereum menunjukkan sinyal bullish, yang kontras dengan gambaran teknikal Bitcoin yang lebih campur. Kekuatan relatif ETH dibanding BTC menunjukkan bahwa Ethereum dapat mengungguli dalam skenario pemulihan apa pun.
**Tensi Geopolitik dan Dampak ke Pasar**
Konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran merupakan faktor risiko geopolitik paling signifikan saat ini yang memengaruhi pasar. Situasi telah meningkat secara dramatis dalam beberapa hari terakhir, ketika militer AS menghantam sekitar 140 target Iran setelah Teheran menyerang sebuah kapal di Selat Hormuz. Iran merespons dengan menargetkan aset militer Amerika di Yordania, Oman, dan Qatar, sambil juga menyerang negara-negara Arab Teluk yang sekutu AS.
Selat Hormuz adalah chokepoint paling menentukan dalam energi global, dengan sekitar 20% minyak dan gas alam yang diperdagangkan dunia melewati jalur perairan ini sebelum perang dimulai. Iran telah mengancam akan menutup selat sepenuhnya, yang akan berdampak bencana bagi pasar energi global. Para analis memperingatkan bahwa perjalanan melalui selat tersebut bisa tetap di bawah 50% dari level pra-perang selama banyak bulan dengan suar-suar flare-ups berkala dalam permusuhan.
**Implikasi Harga Minyak**
Harga minyak telah merespons meningkatnya ketegangan. Brent crude, acuan internasional, naik setinggi 3% setelah serangan AS terbaru, membalik penurunan yang sebelumnya membuat harga kembali ke level pra-perang sekitar $70 per barel. Harga saat ini berada di sekitar $78 per barel untuk Brent dan $73,50 untuk West Texas Intermediate. Jika Iran berhasil menutup Selat Hormuz atau mengganggu pengiriman secara signifikan, harga minyak bisa melonjak tajam, dengan beberapa analis menyebut kemungkinan pergerakan menuju $100 hingga $130 per barel dalam skenario terburuk.
Energy Information Administration telah menaikkan perkiraan produksi minyak globalnya, mengharapkan output kembali ke level mendekati pra-konflik pada akhir 2026, tetapi proyeksi ini mengasumsikan konflik tidak meningkat lagi. Setiap gangguan berkelanjutan pada pengiriman Hormuz akan memaksa penyesuaian turun besar-besaran pada proyeksi tersebut dan penyesuaian naik pada target harga.
**Kesaksian Warsh dan Rilis Data CPI**
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dijadwalkan untuk menyampaikan kesaksian pertamanya mengenai kebijakan moneter di hadapan Kongres pada 14 Juli, dengan penampilan di Komite Perbankan Senat yang diperkirakan pada 15 Juli. Kesaksian ini memiliki signifikansi luar biasa karena akan memberikan indikasi yang jelas pertama tentang sikap kebijakan moneter Warsh dan dapat memberi sinyal arah suku bunga dalam rapat FOMC 28 hingga 29 Juli.
Notulen FOMC Juni yang baru dirilis mengungkapkan komite yang terbelah dalam kubu yang sangat berbeda, dengan split 9-8 mengenai prospek kenaikan suku bunga pada 2026. Gubernur The Fed Christopher Waller menyatakan bahwa risiko di AS condong ke inflasi tinggi, yang mengindikasikan bias hawkish di antara sebagian pembuat kebijakan. Rilis data CPI pada 14 Juli mendatang akan menjadi input kritis bagi keputusan The Fed, dengan core CPI year-over-year yang telah naik hampir 30 basis poin sejak Mei, yang mewakili kenaikan tertinggi dalam enam bulan.
Pelaku pasar sedang memasukkan ketidakpastian yang signifikan terkait langkah The Fed berikutnya. Kesaksian hawkish dari Warsh yang dipadukan dengan pembacaan CPI yang tinggi dapat mendorong imbal hasil Treasury lebih tinggi dan memperkuat dolar, yang keduanya akan menekan aset berisiko termasuk kripto. Sebaliknya, nada yang lebih dovish dapat memberikan kelegaan bagi pasar kripto yang sedang tertekan.
**Skenario Perubahan Persentase Maksimum**
Dalam peristiwa perang skala penuh yang pecah antara AS dan Iran dengan penutupan Hormuz yang berkelanjutan, perubahan persentase maksimum berikut ini memungkinkan terjadi:
Bitcoin bisa turun 25% hingga 35% dari level saat ini, berpotensi menguji $40.000 hingga $45.000 dalam skenario risiko-off yang parah. Ethereum bisa menghadapi penurunan persentase yang sama atau lebih besar sebesar 30% hingga 40%, berpotensi mencapai $1.000 hingga $1.200. Harga minyak bisa melonjak 50% hingga 75%, berpotensi mencapai $120 hingga $140 per barel. Emas bisa naik 15% hingga 25%, berpotensi menguji $4.800 hingga $5.200. Perak bisa mengalami pergerakan yang lebih volatil sebesar 20% hingga 40% mengingat beta yang lebih tinggi terhadap peristiwa berisiko. Dolar bisa menguat 5% hingga 10% terhadap mata uang utama karena arus safe-haven makin cepat.
Dari sisi kenaikan, jika ketegangan geopolitik mereda dan The Fed memberi sinyal sikap yang lebih akomodatif, Bitcoin bisa rally 20% hingga 30% menuju $75.000 hingga $80.000, sementara Ethereum bisa naik 25% hingga 35% menuju $2.200 hingga $2.400. Harga minyak kemungkinan turun 15% hingga 25% menuju $55 hingga $60 per barel dalam skenario ini.
**Strategi Trading dan Langkah Berikutnya**
Bagi para trader, kondisi saat ini menuntut kehati-hatian dan fleksibilitas. Zona keputusan kunci untuk Bitcoin berada di antara $62.200 dan $65.000. Kehilangan $62.200 akan membuka jalur ke $60.000 dan berpotensi lebih rendah, sementara merebut kembali $65.000 akan menandakan kelanjutan bullish menuju $67.000 dan seterusnya.
Manajemen risiko adalah yang paling penting dalam lingkungan ini. Ukuran posisi sebaiknya dikurangi dibanding level normal mengingat tingginya ketidakpastian geopolitik dan makro. Stop loss harus ditempatkan di bawah $60.000 untuk Bitcoin dan $1.700 untuk Ethereum untuk melindungi dari potensi penurunan yang parah. Trader harus memantau kesaksian Warsh dan rilis CPI secara ketat, karena peristiwa-peristiwa ini bisa memicu volatilitas signifikan ke arah mana pun.
Bagi mereka yang ingin masuk ke posisi long, menunggu konfirmasi merebut kembali yang jelas di $65.000 untuk BTC dan $1.850 untuk ETH akan memberikan risk-reward yang lebih baik dibanding mencoba menangkap “pisau jatuh”. Alternatifnya, melakukan scaling bertahap saat pelemahan menuju $60.000 untuk BTC dan $1.700 untuk ETH bisa bekerja bagi investor yang sabar dengan horizon waktu lebih panjang.
Pasar kripto masih berada di titik genting, tetapi belum sampai pada titik keruntuhan yang terkonfirmasi. Apa yang terjadi berikutnya bergantung pada apakah Bitcoin bisa mempertahankan rentang high $50.000-an hingga low $60.000-an, apakah arus keluar ETF menstabilkan diri, dan apakah likuiditas makro berhenti bekerja melawan aset berisiko. Dua minggu ke depan akan menjadi krusial dalam menentukan arah untuk sisa tahun 2026.@Gate_Square #WarshTestimonyMeetsCPI
Lihat Asli
HighAmbition
#MarketUpdate
Bitcoin saat ini diperdagangkan di sekitar $63,057, turun kira-kira 0,5% selama 24 jam terakhir, sementara Ethereum berada di $1,785, juga menunjukkan penurunan ringan. Harga-harga ini mencerminkan pasar yang terjepit oleh kekuatan yang saling bertentangan: momentum pemulihan jangka pendek dan tekanan makro yang terus membayangi. Pasar kripto telah memasuki Juli 2026 dalam salah satu posisi paling rapuh sejak siklus bearish pasca-FTX, dengan Bitcoin sempat tergelincir di bawah $60,000 di awal bulan sebelum kemudian memantul kembali secara sederhana.

**Mengapa BTC dan ETH Tertekan**

Tekanan ke bawah pada Bitcoin dan Ethereum berasal dari beberapa faktor yang saling bertemu. Pertama, arus keluar ETF institusional telah mencapai $5,85 miliar dalam 30 hari terakhir, menandakan tekanan jual yang signifikan dari investor besar. Fear and Greed Index membaik dari Extreme Fear (9) menjadi Fear (26), namun ini tetap mengindikasikan sentimen yang hati-hati di kalangan pelaku pasar. Selain itu, kedua kripto masih berada di bawah rata-rata pergerakan sederhana 50 hari dan 200 hari mereka, dengan BTC memiliki SMA 50 hari di $71,000 dan SMA 200 hari di $72,000, sementara SMA 50 hari ETH berada di $1,770 dan SMA 200 hari di $2,232. Posisi teknis ini mengonfirmasi bahwa tren jangka menengah masih bearish meski terjadi stabilisasi belakangan.

Pasar derivatif menunjukkan pendanaan netral sebesar 0,0049% dengan open interest datar di sekitar $46,38 miliar, yang menyiratkan risiko likuidasi yang lebih rendah, tetapi juga menandakan tidak adanya keyakinan arah yang kuat. Short covering telah mendominasi likuidasi sebesar 55,7%, yang menjelaskan pantulan baru-baru ini, tetapi tidak menunjukkan adanya minat beli yang nyata. Lemahnya Coinbase premium juga semakin menegaskan kurangnya permintaan spot AS, yang krusial untuk apresiasi harga yang berkelanjutan.

**Sentimen Bearish vs Bullish**

Kasus bearish bertumpu pada beberapa fondasi yang kuat. Bitcoin kehilangan momentum di level yang seharusnya menjadi tempat menemukan dukungan, dan struktur pasar melemah secara signifikan. Arus keluar ETF menggambarkan headwind struktural yang sulit dilampaui tanpa adanya minat institusional yang baru. Selain itu, baik BTC maupun ETH tetap berada di bawah rata-rata pergerakan utama, dan RSI harian Bitcoin di 60,7—meski menunjukkan momentum bullish—disertai sinyal Stochastic dan Williams %R yang mengindikasikan risiko koreksi jangka pendek.

Dari sisi bullish, Bitcoin berhasil mempertahankan level dukungan psikologis $60,000 dan tetap berada dalam pola konsolidasi yang rapi dengan likuiditas kuat serta volatilitas yang relatif rendah. Akumulasi paus telah teramati, dan arus tampak stabil setelah arus keluar besar di awal tahun. Volume on-balance Ethereum terlihat lebih baik dibanding Bitcoin, yang mengindikasikan Ethereum mungkin memimpin setiap pemulihan kripto yang lebih luas. Secara teknis, pasar berada di zona transisi yang konstruktif, dengan tanda-tanda pembalikan internal masih ada meski kelemahan headline.

**Level Dukungan dan Resistensi Utama**

Untuk Bitcoin, zona dukungan kritis berada di antara $60,000 dan $62,200. Jika level $62,200 hilang, maka terbuka jalan menuju dukungan $60,000, dan tembus di bawahnya bisa memicu penurunan lebih dalam ke kisaran $55,000 hingga $58,000. Ke atas, Bitcoin perlu merebut kembali $64,800 hingga $65,000 untuk konfirmasi bullish, dengan target berikutnya di $64,700, $65,622, dan $67,292. Zona $64,000 hingga $65,000 adalah area breakdown dari akhir Juni dan menjadi resistensi struktural utama.

Untuk Ethereum, level $1,718 adalah dukungan krusial yang harus dipertahankan pembeli. Area $1,769 merupakan resistensi dari moving average 50 hari, sementara level $2,232 menandai moving average 200 hari. ETH saat ini berada dalam mode konsolidasi bullish di dalam daily TBO Cloud, dengan Fast line menyediakan zona masuk yang lebih bersih bagi pembeli saat koreksi. Penembusan di bawah $1,700 akan membuka pintu ke $1,600 dan berpotensi $1,500, sementara merebut kembali $1,850 akan memberi sinyal kekuatan menuju $2,000.

**Analisis RSI dan Indikator Teknis**

RSI harian Bitcoin berada di sekitar 60,7, mengindikasikan momentum bullish namun belum masuk wilayah overbought di atas 70. Ini memberi ruang untuk potensi kenaikan lebih lanjut jika tekanan beli muncul. Namun, osilator Stochastic dan Williams %R sedang menandakan risiko pullback jangka pendek, sehingga setiap pergerakan lebih tinggi dapat menghadapi resistensi. MACD masih berada di wilayah bearish, tetapi menunjukkan tanda-tanda perataan, yang bisa mendahului bullish crossover jika momentum berlanjut.

RSI 14 hari Ethereum berada di sekitar 52,8 hingga 55,8, menempatkannya di wilayah netral antara 30 dan 70. Bacaan netral ini mengisyaratkan ETH tidak overbought dan masih punya ruang untuk kenaikan jika pembeli masuk. MACD Ethereum menunjukkan sinyal bullish, berlawanan dengan gambaran teknis Bitcoin yang lebih campur. Kekuatan relatif ETH dibanding BTC menyiratkan bahwa Ethereum berpotensi mengungguli dalam skenario pemulihan apa pun.

**Ketegangan Geopolitik dan Dampak ke Pasar**

Konflik yang sedang berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran merupakan faktor risiko geopolitik paling signifikan saat ini yang memengaruhi pasar. Situasinya meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir, ketika militer AS menghantam sekitar 140 target Iran setelah Teheran menyerang sebuah kapal di Selat Hormuz. Iran merespons dengan menargetkan aset militer AS di Yordania, Oman, dan Qatar, sekaligus menyerang negara-negara Arab Teluk Persia yang bersekutu dengan AS.

Selat Hormuz adalah chokepoint paling menentukan dalam energi global, dengan sekitar 20% minyak dan gas yang diperdagangkan dunia melewati jalur air ini sebelum perang dimulai. Iran telah mengancam akan menutup selat sepenuhnya, yang akan berdampak katastrofik bagi pasar energi global. Para analis memperingatkan bahwa pelayaran melalui selat bisa tetap berada di bawah 50% dari level sebelum perang selama banyak bulan, dengan kemunculan flare-up berkala dalam permusuhan.

**Implikasi Harga Minyak**

Harga minyak sudah merespons meningkatnya ketegangan. Minyak Brent, patokan internasional, naik hingga 3% menyusul serangan AS terbaru, membalik penurunan yang sebelumnya membawa harga kembali ke level sebelum perang di sekitar $70 per barel. Harga saat ini berada di sekitar $78 per barel untuk Brent dan $73,50 untuk West Texas Intermediate. Jika Iran berhasil menutup Selat Hormuz atau mengganggu pengiriman secara signifikan, harga minyak bisa melonjak tajam, dengan sebagian analis memperkirakan pergerakan menuju $100 hingga $130 per barel dalam skenario terburuk.

Energy Information Administration telah menaikkan perkiraan produksi minyak global, dengan ekspektasi output kembali ke level mendekati sebelum konflik pada akhir 2026, tetapi proyeksi ini bergantung pada asumsi konflik tidak meningkat lagi. Setiap gangguan berkelanjutan pada pengiriman di Hormuz akan memaksa revisi turun yang besar atas proyeksi tersebut serta revisi naik untuk target harga.

**Kesaksian Warsh dan Rilis Data CPI**

Ketua Federal Reserve Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan kesaksian pertamanya mengenai kebijakan moneter di hadapan Kongres pada 14 Juli, dengan penampilan di Komite Perbankan Senat yang diperkirakan pada 15 Juli. Kesaksian ini memiliki signifikansi luar biasa karena akan menjadi indikasi yang jelas pertama mengenai sikap kebijakan moneter Warsh dan dapat memberi sinyal arah suku bunga pada pertemuan FOMC 28 hingga 29 Juli.

Risalah FOMC Juni yang baru dirilis menunjukkan komite yang sangat terpecah, dengan selisih 9 banding 8 terkait prospek kenaikan suku bunga pada 2026. Gubernur Fed Christopher Waller telah menyatakan bahwa risiko di AS condong ke inflasi tinggi, yang mengisyaratkan bias hawkish di antara beberapa pembuat kebijakan. Rilis data CPI pada 14 Juli akan menjadi masukan penting bagi keputusan Fed, dengan core CPI year-over-year yang telah naik hampir 30 basis poin sejak Mei, yang merupakan lonjakan tertinggi dalam enam bulan.

Pelaku pasar memperhitungkan ketidakpastian besar terkait langkah berikutnya Fed. Kesaksian Warsh yang hawkish jika dipadukan dengan pembacaan CPI yang tinggi dapat mendorong imbal hasil Treasury naik dan menguatkan dolar, yang keduanya akan menekan aset berisiko termasuk kripto. Sebaliknya, nada yang lebih dovish bisa memberikan kelegaan bagi pasar kripto yang sudah tertekan.

**Skenario Perubahan Persentase Maksimum**

Dalam skenario perang skala penuh pecah antara AS dan Iran dengan penutupan Hormuz yang berkelanjutan, perubahan persentase maksimum berikut mungkin terjadi:

Bitcoin dapat turun 25% hingga 35% dari level saat ini, berpotensi menguji $40,000 hingga $45,000 dalam skenario risiko-off yang parah. Ethereum bisa mengalami penurunan persentase yang serupa atau lebih besar sebesar 30% hingga 40%, berpotensi mencapai $1,000 hingga $1,200. Harga minyak bisa melonjak 50% hingga 75%, berpotensi mencapai $120 hingga $140 per barel. Emas bisa naik 15% hingga 25%, berpotensi menguji $4,800 hingga $5,200. Perak bisa mengalami pergerakan yang lebih volatil 20% hingga 40% karena beta-nya yang lebih tinggi terhadap peristiwa risiko. Dolar bisa menguat 5% hingga 10% terhadap mata uang utama seiring arus safe-haven yang terus mempercepat.

Dari sisi kenaikan, jika ketegangan geopolitik mereda dan Fed memberi sinyal sikap yang lebih akomodatif, Bitcoin bisa reli 20% hingga 30% menuju $75,000 hingga $80,000, sementara Ethereum bisa naik 25% hingga 35% menuju $2,200 hingga $2,400. Dalam skenario ini, harga minyak kemungkinan turun 15% hingga 25% menuju $55 hingga $60 per barel.

**Strategi Trading dan Langkah Berikutnya**

Bagi trader, kondisi saat ini menuntut kehati-hatian dan fleksibilitas. Zona keputusan kunci untuk Bitcoin berada di antara $62,200 dan $65,000. Jika $62,200 gagal dipertahankan, maka terbuka jalur ke $60,000 dan berpotensi lebih rendah, sementara merebut kembali $65,000 akan menandakan kelanjutan bullish menuju $67,000 dan seterusnya.

Manajemen risiko adalah prioritas utama dalam lingkungan ini. Ukuran posisi sebaiknya diperkecil relatif terhadap level normal mengingat tingginya ketidakpastian geopolitik dan makro. Stop loss harus ditempatkan di bawah $60,000 untuk Bitcoin dan $1,700 untuk Ethereum untuk melindungi dari potensi penurunan yang parah. Trader perlu memantau kesaksian Warsh dan rilis CPI secara ketat, karena peristiwa ini bisa memicu volatilitas signifikan ke arah mana pun.

Bagi yang ingin masuk posisi long, menunggu kepastian merebut kembali $65,000 untuk BTC dan $1,850 untuk ETH akan memberi rasio risiko-imbalan yang lebih baik dibanding mencoba menangkap falling knives. Alternatifnya, melakukan scaling bertahap saat pelemahan menuju $60,000 untuk BTC dan $1,700 untuk ETH bisa bekerja bagi investor yang sabar dengan horizon waktu lebih panjang.

Pasar kripto masih berada di titik genting, tetapi belum sampai pada titik keruntuhan yang terkonfirmasi. Apa yang terjadi selanjutnya bergantung pada apakah Bitcoin bisa mempertahankan kisaran high $50,000-an hingga low $60,000-an, apakah arus keluar ETF menstabilkan, dan apakah likuiditas makro berhenti bekerja melawan aset berisiko. Dua minggu ke depan akan menjadi penentu arah untuk sisa tahun 2026.@Gate_Square #WarshTestimonyMeetsCPI
repost-content-media
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan