Mantan CEO SWIFT Mengungkap Apa yang Menghalangi SWIFT untuk Menggunakan XRP

@media hanya layar dan (lebar minimum: 0px) dan (tinggi minimum: 0px) { div[id^="wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5"]{width:320px;height:100px;} } @media hanya layar dan (lebar minimum: 728px) dan (tinggi minimum: 0px) { div[id^="wrapper-sevio-6a57f7be-8f6e-4deb-ae2c-5477f86653a5"]{width:728px;height:90px;} }

Perdebatan tentang apakah SWIFT akan pernah menggunakan XRP telah menghabiskan komunitas kripto selama bertahun-tahun. Peneliti kripto SMQKE (@SMQKEDQG), tokoh kunci dalam perdebatan yang sedang berlangsung di komunitas, telah mengalihkan fokusnya ke sumber yang mendahului argumen-argumen saat ini. Ia menyoroti pernyataan Gottfried Leibbrandt, CEO SWIFT dari 2012 hingga 2019.

Leibbrandt tentang Ripple dan XRP

Leibbrandt menyatakan dengan jelas bahwa XRP berada di pusat proposisi nilai Ripple. “Saya pikir bagian besar dari proposisi nilai Ripple adalah mata uang kripto XRP,” katanya selama masa jabatannya sebagai CEO. Ia mengakui resistensi bank untuk mengubah aset menjadi mata uang kripto, dengan menyebut volatilitas harga sebagai perhatian utama. Penilaiannya mengarah pada penghalang yang bersifat bersyarat, bukan yang permanen.

Posting SMQKE memandang ini sebagai hal yang signifikan. Jika volatilitas adalah hambatan yang disebut Leibbrandt, maka hadirnya kejelasan regulasi dan kematangan pasar mengubah perhitungan.

Ketidakpastian Regulasi sebagai Hambatan Kedua

Leibbrandt juga membahas lingkungan hukum. Ia mencatat bahwa status regulasi XRP dan kripto lainnya yang belum jelas membuat institusi keuangan yang cenderung menghindari risiko enggan untuk bertindak. Posisi dia adalah bahwa adopsi akan tetap tidak mungkin terjadi sampai regulasi menjadi lebih jelas.

Konteks itu penting sekarang karena lanskap regulasi seputar XRP telah berubah secara signifikan sejak Leibbrandt memimpin SWIFT. Perang hukum Ripple dengan SEC telah berakhir, dan XRP memperoleh status hukum yang lebih jelas di AS.

Aset tersebut diklasifikasikan sebagai komoditas oleh SEC dan CFTC pada bulan Maret. CLARITY Act, yang sedang dibahas di Kongres, akan semakin mengukuhkan status tersebut. SMQKE berpendapat bahwa kondisi-kondisi yang diidentifikasi Leibbrandt sebagai hambatan kini tidak lagi sama.

Sumber Ini Mengubah Percakapan

SMQKE baru-baru ini mendapat backlash atas sikapnya bahwa SWIFT akan mengintegrasikan XRP. Namun, signifikansi dari posting baru ini terletak pada sumbernya. Ini bukan klaim anonim atau spekulasi komunitas. Ini adalah pernyataan dari mantan CEO SWIFT, yang tercatat di rekam jejak, mengakui sentralitas XRP terhadap proposisi Ripple serta menyebutkan kondisi spesifik yang menjadi penghalang.

Tidak ada kemitraan antara SWIFT dan Ripple yang diumumkan atau dikonfirmasi. Tetapi perkataan Leibbrandt menunjukkan bahwa keraguan SWIFT selalu berakar pada situasi, bukan pada penolakan terhadap kegunaan XRP. Saat kondisi tersebut berkembang, pernyataannya memberikan fondasi yang terdokumentasi dan kredibel untuk dibangun dalam percakapan mengenai integrasi yang potensial.

Disclaimer*: Konten ini dimaksudkan untuk memberi informasi dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini dapat mencakup opini pribadi penulis dan tidak mewakili opini Times Tabloid. Pembaca disarankan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Segala tindakan yang diambil oleh pembaca sepenuhnya menjadi tanggung jawab mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian keuangan apa pun.*


XRP-0,98%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan