#特朗普呼吁尽快通过Clarity法案 一、Latar Belakang Kejadian: Atas Nama Duka, Berujung pada Tekanan



Pada 13 Juli 2026, Trump memposting di Truth Social, menyerukan agar Senat meloloskan RUU “CLARITY Act” tentang Kejelasan Pasar Aset Digital. Keunikan unggahan ini terletak pada “alasan” yang menyertainya—Senator dari Carolina Selatan, Lindsey Graham, meninggal dunia secara tak terduga pada 11 Juli, pada usia 71 tahun. Trump membungkus pengesahan RUU itu sebagai “pengingat untuk Graham”, sekaligus memperingatkan bahwa “Tiongkok dan banyak negara lain ingin sepenuhnya menguasai peristiwa keuangan besar ini serta ranah kecerdasan buatan”.

Namun, Graham sendiri tidak menjadi figur inti yang terlibat dalam RUU tersebut—ia tidak duduk di Komite Perbankan Senat maupun Komite Pertanian, dan tidak pernah memberikan suara apa pun yang mendorong pemungutan RUU ini. “mendorong pemungutan suara” dengan menggunakan almarhum legislator yang bukan penggerak utama pada dasarnya adalah narasi politik yang dikemas dengan rapi.

二、Inti RUU: Perang Perebutan Wilayah Pengawasan untuk Mengakhiri SEC dan CFTC

CLARITY Act ditujukan untuk memperjelas pembagian pengawasan antara SEC dan CFTC atas aset digital, guna membangun kerangka aturan tingkat federal bagi industri kripto. Intinya adalah menyerahkan otoritas utama pengawasan aset digital sebagai komoditas kepada CFTC, sementara SEC terutama bertugas mengawasi aset digital yang diklasifikasikan sebagai sekuritas.

RUU ini sudah lolos di Dewan Perwakilan pada Juli 2025 dengan suara 294-134, dan pada Mei 2026 di Komite Perbankan Senat dengan suara 15-9. Raksasa industri kripto seperti Coinbase, Circle, dan Ripple semuanya menyatakan dukungan.

三、Perhitungan Politik: Menggunakan “Ancaman Tiongkok” untuk Menutupi Tiga Kekusutan

Di balik seruan Trump terdapat tiga perhitungan politik:

Pertama, memanfaatkan narasi “anti-Tiongkok” untuk meraih dukungan lintas partai. Dengan menaikkan pengawasan mata uang kripto menjadi medan perang kunci “kompetisi AS-Tiongkok”, ia berupaya mendekatkan anggota Partai Demokrat dengan dalih keamanan nasional.

Kedua, memakai kematian Graham untuk menciptakan urgensi. Meninggalnya Graham membuat mayoritas Senat Partai Republik turun dari 53 kursi menjadi 52, sementara RUU ini butuh 60 suara untuk mengatasi penghambatan prosedural—ini berarti perlu sedikitnya 8 anggota Partai Demokrat berbalik arah.

Ketiga, menutup konflik kepentingan diri sendiri. Trump pada 2025 telah melaporkan pendapatan dari mata uang kripto lebih dari 1,4 miliar dolar AS, terutama berasal dari World Liberty Financial dan otorisasi $TRUMP. Anggota parlemen dari Partai Demokrat sedang mendorong agar klausul etika dimasukkan dalam RUU tersebut, membatasi Presiden serta pejabat tinggi dan keluarga mereka memperoleh keuntungan dari industri kripto. Ini secara langsung memunculkan keraguan tentang “keterkaitan kepentingan” Trump saat mendorong RUU tersebut.

四、Tiga Benang Kusut: Mengapa Lama Tidak Bisa Lolos

Akar RUU yang mentok adalah tiga perbedaan utama:

· Kontroversi etika: apakah seharusnya melarang presiden dan pejabat senior menerbitkan atau memperoleh keuntungan dari aset digital. Aset kripto keluarga Trump membuat isu ini makin politis.
· Tanggung jawab pengembang: ketentuan “Pasal 604” mengenai pengecualian tanggung jawab pengembang, memicu perpecahan pendapat di dalam sistem penegakan hukum.
· Imbal hasil stablecoin: pihak perbankan sangat menentang mengizinkan perusahaan kripto membayar pendapatan yang setara bunga kepada pemegang stablecoin, karena dikhawatirkan dana simpanan akan berpindah.

五、Jendela dan Probabilitas: Waktu Sedang Menghilang

Tersisa hanya beberapa minggu sebelum Kongres reses bulan Agustus. Galaxy Research telah menurunkan probabilitas lolos tahun ini dari 75% menjadi 60%; data Polymarket bahkan menunjukkan ekspektasi pasar turun hingga sekitar 40%. Senator Lummis sudah angkat bicara: jika tidak bisa direbut tahun ini, kesempatan legislasi “yang benar-benar nyata” berikutnya kemungkinan baru datang pada 2030.

Seruan kali ini dari Trump adalah tekanan yang presisi untuk menyatukan tiga hal: mempolitisasi duka, membuat persaingan jadi isu keamanan, dan mempersonalisasi legislasi. Namun, di tengah himpitan tiga lapis berupa kontroversi etika, perpecahan industri, dan tekanan jendela waktu, masih menjadi tanda tanya berapa banyak suara Demokrat yang bisa digerakkan oleh slogan “Jangan biarkan Tiongkok menang”.
COIN2,09%
CRCL0,26%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 3
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
LittleGodOfWealthPlutus
· 8jam yang lalu
Tahun Kuda Mendatangkan Rezeki Besar!
Lihat AsliBalas0
HighAmbition
· 8jam yang lalu
Langsung saja, 👊
Lihat AsliBalas0
ThisIsTranslateContent:
· 9jam yang lalu
Hajar saja 👊
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan