Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
CFD
Derivatif Kontrak Selisih Saham
Saham AS
Akses saham AS dan ETF yang nyata
Saham HK
Perdagangkan saham berkualitas yang terdaftar di Hong Kong
Saham Korea
SK Hynix
Perdagangkan Saham Korea Nyata dan Berinvestasi pada Aset Populer
Saham Futures
Leverage tinggi, perdagangan 24/7
Tokenized Stocks
Didukung oleh aset saham nyata
IPO Access
Buka akses penuh ke IPO saham global
GUSD
3.8%
Mint GUSD untuk Imbal Hasil Treasury RWA
Aktivitas Saham
Perdagangkan Saham Populer dan Dapatkan Airdrop yang Melimpah
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
Dua Raksasa Bitcoin Bersatu Menolak BIP 110, Adam Back dan Michael Saylor Peringatkan Ancaman Perpecahan Jaringan
Perdebatan teknis yang selama berbulan bulan hanya ramai di kalangan pengembang inti Bitcoin akhirnya meledak ke permukaan publik. Adam Back, salah satu pendiri Blockstream sekaligus pencipta algoritma Hashcash yang namanya tercatat dalam whitepaper Bitcoin, dan Michael Saylor, Ketua Eksekutif Strategy yang memegang salah satu cadangan Bitcoin korporat terbesar di dunia, secara terbuka menyatakan penolakan keras terhadap proposal bernama BIP 110, atau yang lebih dikenal dengan sebutan Filtered Fork.
Pernyataan penolakan keduanya disampaikan pada sebelas Juli lalu, hanya beberapa minggu menjelang jendela aktivasi wajib proposal ini, menjadikan perdebatan ini salah satu perselisihan protokol paling signifikan di ekosistem Bitcoin sejak Perang Ukuran Blok yang berlangsung antara dua ribu lima belas hingga dua ribu tujuh belas silam.
Apa Sebenarnya BIP 110 Itu
BIP 110, dengan nama resmi Reduced Data Temporary Softfork, pertama kali diperkenalkan pada Desember tahun lalu oleh pengembang yang menggunakan nama samaran Dathon Ohm. Proposal ini sebelumnya beredar dengan nomor BIP 444 sebelum akhirnya diberi nomor ulang, dan pengembang Bitcoin Knots, Luke Dashjr, tercatat sebagai kontributor dalam draf awalnya sekaligus tetap menjadi pendukung utama hingga saat ini.
Secara teknis, proposal ini dirancang untuk membatasi data berukuran besar yang tidak berkaitan dengan fungsi moneter Bitcoin, seperti gambar dan token yang tertanam lewat Ordinals, BRC-20, maupun Runes, selama kurang lebih satu tahun. Aturan konsensus tambahan yang diusulkan mencakup pembatasan output OP_RETURN hingga maksimal delapan puluh tiga byte, pembatasan sejumlah muatan data hingga dua ratus lima puluh enam byte, serta pembatasan terhadap beberapa fitur Taproot tertentu.
Yang membuat proposal ini kontroversial bukan semata tujuannya, melainkan mekanisme aktivasinya. BIP 110 menggunakan pendekatan soft fork yang diaktifkan pengguna, di mana node akan tetap memberlakukan aturan baru terlepas dari persetujuan mayoritas penambang, dengan ambang sinyal dukungan penambang hanya lima puluh lima persen, jauh di bawah ambang konvensional sembilan puluh hingga sembilan puluh lima persen yang biasa digunakan dalam soft fork Bitcoin sebelumnya. Jendela sinyal wajib dijadwalkan mulai sekitar awal Agustus mendatang, dengan target aktivasi penuh pada sekitar 1 September 2026
Dukungan Penambang Nyaris Nol
Data terbaru per pertengahan Juli menunjukkan gambaran yang cukup mencolok, dukungan sinyal dari penambang terhadap BIP 110 berada jauh di bawah satu persen, bahkan sejak awal Mei belum pernah sekalipun menembus angka satu persen secara kumulatif, dan tidak ada satupun pool penambangan besar yang secara resmi mendukung proposal ini. Adopsi di level node juga tergolong minim, sebagian besar hanya berasal dari pengguna Bitcoin Knots, implementasi node alternatif yang dikelola oleh Dashjr sendiri.
Kondisi ini yang kemudian memicu kekhawatiran serius di kalangan tokoh senior Bitcoin, mengingat memaksakan aktivasi tanpa dukungan luas dari ekosistem berpotensi menghasilkan bukan sebuah peningkatan protokol yang sah, melainkan sekadar rantai minoritas yang terpisah dari jaringan utama.
Argumen Adam Back, Ini Soal Prinsip Dasar Bitcoin
Adam Back menyampaikan keberatannya lewat sebuah utas panjang, menyebut BIP 110 sebagai upaya untuk mengawasi dan menyaring transaksi yang dipilih dikirim oleh pengguna lain. Menurutnya, pendekatan semacam ini bertentangan langsung dengan prinsip dasar Bitcoin yang bersifat terdesentralisasi dan permissionless, di mana siapapun berhak mengirim transaksi apapun yang sah secara protokol tanpa perlu izin dari pihak manapun.
Back turut memperingatkan bahwa jika pendukung proposal ini tetap memaksakan penerapan aturan tanpa kesepakatan luas, konsekuensinya bisa berupa terciptanya rantai terpisah dari Bitcoin utama. Ia menyampaikan bahwa siapapun yang tidak puas dengan kondisi saat ini secara teori bebas berkumpul dan menciptakan fork sendiri, namun menegaskan dengan tegas bahwa Bitcoin tidak akan ikut bergabung ke rantai tersebut. Ia turut mengungkapkan keprihatinan bahwa sejumlah pendukung proposal yang tergolong pendatang baru di dunia Bitcoin berpotensi kecewa di kemudian hari tanpa benar benar memahami mengapa mayoritas ekosistem menolak proposal ini.
Argumen Michael Saylor, Preseden Berbahaya Ketimbang Spam Itu Sendiri
Sehari setelah pernyataan Back, Michael Saylor menyusul dengan pernyataannya sendiri di platform X pada 11 Juli. Ia menegaskan bahwa ada 110 hal yang jauh lebih berbahaya bagi Bitcoin dibanding masalah spam data itu sendiri. Menurutnya, BIP 110 pada dasarnya mengubah sebuah perselisihan soal spam menjadi perubahan konsensus yang berpotensi membatalkan sejumlah transaksi yang sah dan sudah membayar biaya secara wajar hari ini.
Bagi Saylor, ancaman sesungguhnya bukan terletak pada keberadaan data non moneter di blockchain, melainkan pada preseden yang akan tercipta jika komunitas Bitcoin membiarkan definisi spam ditanamkan langsung ke dalam aturan konsensus. Ia menyebut preseden semacam ini sebagai risiko yang jauh lebih berbahaya, dan mendorong komunitas untuk mengalihkan energi ke ancaman ancaman yang benar benar signifikan bagi masa depan jaringan. Saylor turut menambahkan bahwa biaya transaksi Bitcoin saat ini tergolong rendah dan lalu lintas dana global berjalan lancar, sehingga menurutnya spam bukan persoalan mendesak yang perlu direspons lewat perubahan protokol seradikal ini.
Kritik Teknis dari Pengembang Inti Lainnya
Penolakan tidak berhenti pada level filosofis semata. Pengembang senior Bitcoin Core, Greg Maxwell, sebelumnya memperingatkan lewat milis pengembang bahwa BIP 110 berpotensi membatalkan transaksi sah yang sudah ditandatangani sebelumnya atau transaksi dengan penguncian waktu, sebuah risiko teknis serius yang bisa berdampak luas pada pengguna yang sama sekali tidak terlibat dalam perdebatan Ordinals maupun data non moneter.
Pengembang lain, Peter Todd, turut menyampaikan sejumlah kritik teknis, termasuk dengan menanamkan sebuah transaksi yang secara sengaja dirancang mematuhi spesifikasi BIP 110 untuk membuktikan bahwa aturan yang diusulkan tidak sepenuhnya efektif mencegah penyimpanan data di rantai Bitcoin, sekaligus menunjukkan celah yang berpotensi dieksploitasi untuk melewati pembatasan yang diusulkan.
Sisi Pendukung, Dashjr Tetap Bertahan
Di tengah gelombang penolakan ini, Luke Dashjr tidak menunjukkan tanda tanda mundur. Dalam laporan awal Juli, ia menolak seruan untuk menarik proposalnya, dengan tegas menyatakan bahwa sudah terlambat untuk membatalkan BIP 110. Ia berargumen bahwa keberadaan Ordinals, Runes, dan bentuk data serupa menempatkan data non finansial di dalam blockchain Bitcoin dan secara bertahap menaikkan biaya jangka panjang untuk menyimpan dan melayani seluruh riwayat blockchain bagi setiap operator node.
Data mendukung sebagian argumen Dashjr soal penurunan aktivitas, mengingat jumlah inskripsi Ordinals harian rata rata kini berada di bawah sepuluh ribu dalam sebulan terakhir, jauh menurun dari puncaknya yang pernah melampaui empat ratus ribu inskripsi per hari pada Agustus dua ribu dua puluh tiga. Meski begitu, penurunan aktivitas ini justru dijadikan argumen balik oleh para penentang BIP 110, yang mempertanyakan urgensi perubahan protokol seradikal ini jika permasalahan yang coba diatasi sudah menyusut signifikan dengan sendirinya.
Apa yang Akan Terjadi Selanjutnya
Dengan jendela sinyal wajib yang akan dimulai sekitar awal Agustus dan target aktivasi pada awal September, sementara dukungan penambang masih nyaris nol, jalan BIP 110 menuju aktivasi penuh tampak semakin terjal. Para pengamat menilai skenario paling mungkin bukanlah penerapan aturan baru di seluruh jaringan Bitcoin, melainkan terciptanya rantai minoritas kecil yang dijalankan segelintir node Bitcoin Knots, terpisah dari jaringan utama yang tetap dijalankan mayoritas ekosistem tanpa perubahan aturan.
Perdebatan ini pada akhirnya menyingkap ketegangan mendasar yang selama ini tersimpan di dalam komunitas Bitcoin, antara mereka yang ingin menjaga jaringan seminimal mungkin dari penggunaan non moneter demi efisiensi jangka panjang, melawan mereka yang berpegang teguh pada prinsip bahwa Bitcoin harus tetap menjadi jaringan uang yang benar benar permissionless, tanpa penjaga gerbang yang berhak menentukan transaksi mana yang layak dan mana yang tidak. Bagaimana perdebatan ini berakhir kemungkinan besar akan menjadi preseden penting bagi cara komunitas Bitcoin menangani perselisihan protokol serupa di masa mendatang.
#CertifiedCreatorPromotionTask