首创期货: Serangan udara AS terhadap Iran mendorong kenaikan tajam harga minyak, kekhawatiran pasokan kembali memanas

Faktor utama yang mendorong lonjakan tajam harga minyak adalah serangan militer AS terhadap Iran serta pencabutan izin ekspor minyak. Komando militer AS pada Selasa (7 Juli) melancarkan gelombang serangan udara baru ke Iran sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal dagang di Selat Hormuz, dan mencabut izin ekspor minyak Iran. Ini berarti proses kembalinya minyak Iran ke pasar berpotensi terhambat, sementara sisi pasokan global menghadapi ketidakpastian baru. Posisi penting Selat Hormuz dalam pengangkutan minyak dunia membuat setiap eskalasi situasi langsung mengguncang ekspektasi pasokan. Perusahaan pelayaran dan produsen lokal pun memilih menghindari jalur strategis tersebut, sehingga kekhawatiran terhadap gangguan pasokan kian meningkat. Eskalasi geopolitik ini terjadi pada titik penting dalam perundingan AS-Iran. Menurut laporan, perundingan kedua pihak mengenai gencatan senjata permanen diperkirakan akan dimulai kembali pada 11 Juli di Pakistan, dengan agenda mencakup isu-isu rumit seperti program nuklir, sanksi ekonomi terhadap Iran, serta pembekuan aset Garda Revolusi. Langkah penindakan dari Departemen Keuangan AS membuat prospek perundingan semakin rumit. Saran saat ini adalah lebih baik menunggu dan melihat. (Chuangsong Futures)
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan