“Amunisi” bank sentral Korea mulai habis, sulit lagi menopang kenaikan gelembung pasar saham


Karena permintaan kredit hipotek perumahan terus kuat (sebagian besar dana digunakan untuk membeli saham) serta investor langsung melakukan pinjaman masuk ke pasar saham, lima bank komersial terbesar di Korea pada paruh pertama tahun ini telah menghabiskan lebih dari 85% dari batas pertumbuhan tahunan kredit rumah tangga.
Berdasarkan ketentuan ketat otoritas pengawas keuangan Korea, peningkatan saldo pinjaman rumah tangga tahunan bank tidak boleh melebihi 1,5%. Sampai saat ini, kelima bank tersebut secara gabungan telah menambah saldo pinjaman rumah tangga sebesar 3,69 triliun won Korea, sementara batas tambahan yang diizinkan untuk setahun hanya 4,33 triliun won Korea.
Saat ini, setidaknya dua bank telah melampaui target pertumbuhan pinjaman tahunan lebih awal. Akibatnya, pasar secara luas memperkirakan bahwa pada paruh kedua tahun ini sistem keuangan Korea berpotensi mengalami “tebing pinjaman (lending cliff)” yang serius—bank akan terpaksa secara signifikan memperketat persetujuan pinjaman baru dan memprioritaskan penarikan kembali pinjaman untuk memenuhi ketentuan regulator.
Ini berarti:
1. Sumber likuiditas penting yang menopang kenaikan pasar saham Korea sedang cepat menipis.
2. Dana yang bergantung pada kredit hipotek dan pembiayaan bank yang masuk ke pasar saham kemungkinan akan berkurang secara nyata.
3. Jika pengetatan kredit berlanjut, pada paruh kedua tahun ini pasar saham Korea menghadapi risiko likuiditas menyusut dan tekanan pada valuasi yang semakin besar.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan