Renungan: Eropa sepenuhnya membangun sebuah narasi kolonialisasi budaya yang berbasis pada kulit, linen, dan wol—membuat bahan dan keahlian yang digunakan orang Eropa dianggap “berkelas”, lalu menyebarkan gagasan tersebut ke Timur melalui pemasaran merek-merek mewah.



Terutama “tradisi Italia” yang menganggap bahan “linen” yang kasar itu sebagai simbol kekayaan—ini benar-benar keterlaluan. Linen bisa dibilang kuat dan bernapas, cocok untuk celana atau dicampur dengan katun sebagai kemeja penyerap keringat, tapi jelas bukan bahan yang “berkelas”.

Timur semestinya membangun narasi baru tentang “kemewahan” dalam pembangunan ekonomi. Siapa yang memegang kuasa narasi tentang “apa yang berkelas” pasti akan mendapatkan pembagian ulang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan