5 Saham AI Teratas yang Dimiliki Investor di Robinhood

Robinhood Markets adalah salah satu perusahaan pialang terkemuka di Amerika Serikat, dengan lebih dari 27 juta pelanggan yang dananya terisi. Indeks Robinhood Investor Index perusahaan ini melacak saham-saham paling populer di basis pelanggannya. Mengingat euforia terhadap potensi pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), seharusnya tidak mengejutkan siapa pun bahwa 10 besar indeks ini memuat banyak saham teknologi dan AI terkemuka.

Berikut lima di antaranya, tanpa urutan tertentu:

  • **Space Exploration Technologies **(SpaceX)
  • Nvidia
  • Alphabet (saham Kelas A)
  • Microsoft
  • Meta Platforms

Sulit menemukan data yang tersedia secara terbuka tentang investor dengan ukuran sampel sebesar itu. Berikut dua poin penting yang sebaiknya dipertimbangkan investor saat menyusun portofolionya.

  1. Tidak mengherankan jika investor cenderung ke merek dan figur yang berpengaruh

Robinhood membangun mereknya dengan menargetkan investor muda dan yang baru mulai. Salah satu titik awal terbaik bagi investor baru mana pun adalah produk dan layanan yang mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Banyak orang tumbuh dengan menggunakan media sosial, komputer, dan teknologi lainnya. Mereka telah mengikuti nama-nama besar di bidang teknologi seperti Elon Musk, Mark Zuckerberg, dan Jensen Huang selama bertahun-tahun. Karena itu, masuk akal jika perusahaan-perusahaan ini mendominasi indeks.

Sumber gambar: Getty Images.

Namun, itu tidak berhenti pada sekadar familiar. Perusahaan teknologi besar telah menciptakan begitu banyak nilai ekonomi selama satu dekade terakhir sementara dunia menjadi semakin digital. Kecerdasan buatan hanyalah batas berikutnya dalam era inovasi yang dimulai dari internet tiga dekade lalu.

Riset industri memperkirakan AI bisa menciptakan nilai ekonomi senilai triliunan dolar AS dalam beberapa dekade mendatang. Masih ada peluang besar ke depan dalam agentic AI, robotika humanoid, dan lainnya.

Perusahaan-perusahaan ini sudah berada di jalur utama. AI berjalan di GPU milik Nvidia. Microsoft adalah raksasa komputasi awan, dan Meta segera bisa bergabung dalam perlombaan itu. Sementara itu, SpaceX berada di garda terdepan ekonomi luar angkasa dan ingin membangun pusat data AI di orbit. Ini posisi yang bagus bagi investor jangka panjang—titik manis antara potensi kenaikan dan kenyamanan karena bisa mengenali perusahaan yang Anda investasikan.

  1. Diversifikasi portofolio bahkan lebih penting di pasar saat ini

Memiliki saham-saham paling populer memang tidak buruk, tetapi menaruh semua “telur” Anda pada terlalu sedikit keranjang bisa menimbulkan masalah. “Magnificent Seven” saat ini menyumbang sekitar 35% dari S&P 500, yang umumnya dianggap sebagai proksi untuk pasar saham AS yang lebih luas. Saham-saham teknologi megacap ini mencakup empat dari saham yang tercantum—SpaceX menjadi pengecualian—dan juga mendominasi 10 besar Robinhood Investor Index.

Perusahaan-perusahaan ini sangat sukses karena alasan yang sah. Namun, jika sesuatu terjadi pada satu atau beberapa di antaranya, itu bisa mengganggu seluruh pasar saham karena bobot saham-saham ini sangat besar. Untuk mengurangi risiko itu, investor sebaiknya menargetkan untuk memiliki sekitar 50 saham dalam portofolionya dari waktu ke waktu.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan