Pastikan sering ngobrol dengan pengusaha generasi pertama‼️


Saya sendiri punya banyak teman pengusaha generasi pertama, dan juga banyak teman anak konglomerat di Shenzhen. Setelah bergaul dengan kedua sisi, saya menemukan logika yang sangat mendasar.
Logika berpikir anak konglomerat: mencari zona nyaman, menikmati hidup sebagai prioritas, yang dikejar lebih pada superioritas spiritual dan material. Tidak memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi sulit.
Logika berpikir pengusaha generasi pertama: bagaimana kamu menghasilkan uang, apakah aku bisa mendapatkan uangmu, bisakah kita menghasilkan uang bersama. Mereka terbiasa berjuang habis-habisan saat tidak memiliki apa-apa, sehingga saat menghadapi lingkungan industri yang tidak menguntungkan, mereka tetap bisa menangkap peluang bisnis.
Kesimpulannya, pengusaha generasi pertama lebih seperti belut, meskipun terperosok dalam lumpur, mereka bisa menggali celah sendiri. Logika berpikir mereka sangat licin, ide-ide mereka unik dan aneh, selalu bisa menemukan inti masalah.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan