Baru tahu setelah kembali ke desa



Katanya kota itu penuh jebakan, ingin sekali kembali ke desa. Tapi setelah lama di sana baru sadar, jalan desa licin, hati manusia lebih rumit.

Sinyal di desa lemah, tapi gosip menyebar lebih cepat dari angin kencang.
Urusan tetangga sana sini, sedikit saja masalah, seluruh desa tahu dalam sehari:
Ada lansia yang tidak diurus, orang baik sibuk menceritakannya ke mana-mana;
Ada anak laki-laki yang belum menikah, omongan miring tak putus;
Ada yang sukses di rantau, diam-diam semua iri;
Ada yang hidup miskin, malah jadi bahan tertawaan;
Ada yang tinggal di vila mewah, di belakang penuh prasangka dan dengki.

Kalau hidupmu makmur, orang diam-diam iri, serba salah di mata mereka;
Kalau kamu melarat, jadi bahan olok-olok di sela obrolan.

Baik hidup enak maupun susah, sulit untuk membungkam mulut orang lain. Pasti ada saja yang dibicarakan, sungguh melelahkan.

Sebenarnya, kota atau desa sama saja. Di mana ada manusia, di situ ada masalah.
Penilaian orang lain pada akhirnya tidak ada hubungannya dengan hidupmu sendiri. Jagalah urusan rumah tanggamu, kurangi campur tangan gosip, anggap enteng pandangan orang lain, barulah bisa hidup tenteram dan nyaman.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan