『Meskipun imbal hasil dari faktor nilai (price-to-book) biasanya positif, ada kalanya investor lebih menyukai saham pertumbuhan, misalnya pada akhir tahun 1990-an saat gelembung internet, dan pada periode Agustus hingga Desember 2007.


Seperti yang dikatakan majalah The Economist, alasan saham pertumbuhan kembali populer di pasar pada 2007 hanyalah karena premi yang bisa diperoleh dari investasi saham nilai telah menurun secara signifikan. Alasan lainnya adalah karena ekonomi AS sudah melambat, sehingga investor semakin ingin berinvestasi pada perusahaan yang masih mampu menciptakan pendapatan yang terus meningkat, bukan pada perusahaan yang akan terpengaruh oleh resesi ekonomi.』

Kemiripan dengan saat ini:
1. Saham pertumbuhan mengungguli saham nilai secara ekstrem — Mag 7 (sekarang saham konsep AI) menyerap hampir seluruh aliran dana masuk, sementara saham sektor tradisional dengan valuasi rendah ditinggalkan pasar. Logikanya persis sama dengan "hanya beli .com" saat gelembung internet akhir 1990-an.
2. Ekspektasi perlambatan ekonomi — Di bawah ekspektasi perlambatan ekonomi, investor secara rasional berduyun-duyun menuju "pertumbuhan yang pasti" (narasi AI = kendaraan baru pertumbuhan yang pasti), dan meninggalkan saham nilai siklikal. Logikanya persis sama dengan akhir 2007.
3. Premi nilai terkompresi ke level sangat rendah — Selisih valuasi antara pertumbuhan dan nilai (spread) berada pada level ekstrem historis, mirip dengan Maret 2000 dan akhir 2020.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan