【Perubahan Karir di Usia Paruh Baya】Mantan Wakil Presiden Paramount, Kini Menjadi Instruktur Ski! Gaji Tahunan Turun 90% Demi Kebebasan Hidup "Tanpa Email"

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Kehilangan pekerjaan di usia paruh baya mungkin dianggap sebagai titik terendah hidup bagi kebanyakan karyawan. Namun bagi segelintir orang, ini bisa menjadi titik balik yang cerah, awal dari karier kedua.

Douglas Craig, instruktur ski asal AS yang kini berusia 58 tahun, dulunya adalah seorang raja media—ia adalah salah satu pendiri stasiun TV Animal Planet. Kemudian ia menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Strategi Konten Internasional untuk Paramount+, platform streaming milik raksasa hiburan Paramount. Namun tahun lalu, ia terkena PHK akibat merger dan restrukturisasi perusahaan.

Craig kini beralih profesi menjadi instruktur ski, dengan pendapatan yang turun hingga 90%. Ia tidak patah semangat, juga tidak menyesal, karena ritme hidupnya kini jauh lebih sehat dibanding saat bekerja di media.

Ikut Mendirikan Stasiun TV Ternama

Douglas Craig berkecimpung di dunia media selama lebih dari 30 tahun, bekerja di beberapa perusahaan tradisional seperti Discovery Communications, dan ikut mendirikan stasiun TV dokumenter Animal Planet. Setelah itu, ia beralih ke media digital, bekerja di Roku dan Comcast.

Pekerjaan terakhir Craig adalah sebagai Wakil Presiden Senior Strategi Konten Internasional Paramount+, bekerja sama dengan tim di delapan wilayah berbeda selama hampir lima tahun. Ia bangga telah ikut membangun dan meluncurkan platform streaming Paramount+. Namun naas, pada Juni tahun lalu, dalam akuisisi Paramount oleh Skydance, ia menjadi salah satu korban restrukturisasi perusahaan.

▲ Wakil Presiden Senior Strategi Konten Internasional Paramount+, Douglas Craig, beralih profesi setelah terkena PHK. (Akun LinkedIn Craig)

Awalnya Ingin Tetap di Industri yang Sama

"Reaksi pertama saya setelah menganggur adalah mencari pekerjaan baru di industri media," kata Douglas Craig dalam wawancara dengan Business Insider. Ia sempat masuk dalam daftar kandidat untuk beberapa posisi yang menarik, tetapi setelah berpikir matang, ia dan istrinya merasa: mereka harus bersyukur.

Terutama karena ketiga anak mereka sudah mandiri. Pasangan ini tidak lagi ingin sering pindah rumah demi pekerjaan, atau menjalani gaya hidup bergaji tinggi namun penuh tekanan. Mereka justru ingin lebih banyak waktu untuk kesehatan dan makna hidup.

Musim panas lalu, pasangan ini tinggal di rumah kota mereka di Colorado yang sebelumnya direncanakan sebagai tempat pensiun. Saat musim gugur, istrinya kembali ke Pantai Timur untuk mengajar, sementara Craig tetap tinggal untuk melanjutkan pencarian kerja.

Turun Gaji 90% Beralih Jadi Instruktur Ski

Akhirnya, Douglas Craig mendapatkan posisi musiman sebagai instruktur ski di Colorado. Karena ia telah mencintai olahraga ini selama bertahun-tahun, dan pernah mengajari anak-anaknya sendiri. Karena ia ingin meningkatkan keseimbangan kerja-hidup dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk menikmati hidup lambat, pekerjaan baru ini mungkin adalah tiket masuk bagi Craig.

"Saya selalu bercanda bahwa setelah pensiun, saya ingin menjadi petugas lift atau instruktur ski." Candaan itu menjadi kenyataan. Craig mulai mengajar di resor ski Arapahoe Basin pada Desember tahun lalu, dengan gaji sepersepuluh dari saat ia menjabat sebagai wakil presiden.

Meskipun pendapatan menyusut drastis, pasangan ini mulai memangkas pengeluaran dan melacak setiap pengeluaran dengan lebih ketat. Namun karena Douglas Craig selama bertahun-tahun terus menyetor dana pensiun, dan istrinya beralih mengajar di sekolah setempat dengan tingkat gaji yang serupa, keduanya merasa bisa mencoba beradaptasi.

"Kami tidak goyah, kami melihat ini sebagai kesempatan untuk menjalani kehidupan yang ideal," tambah Craig. Ajaran hidup ayahnya sangat berarti saat ia menghadapi persimpangan jalan ini: "Ayah saya meninggal muda, jadi saya selalu ingat kata-kata ini: 'Lakukanlah selagi masih bisa.'"

▲ Arapahoe Basin (sering disingkat A-Basin) adalah resor ski alpine legendaris di Pegunungan Rocky, Colorado, AS.

Meninggalkan Dunia Media Adalah Kerugian Finansial, Namun Ada Keuntungan Besar

"Saya sangat merasakan kebersamaan dengan rekan-rekan di industri media, maksud saya suasana kerja tim, bukan ritme gila dan perjalanan dinas yang sering."

Penurunan gaji 90% tentu merupakan pukulan ekonomi bagi Douglas Craig, namun keuntungan terbesarnya adalah gaya hidup yang benar-benar baru. Ia senang bisa terus berada di luar ruangan, tidak diganggu email, "Merasa sangat bebas, seperti di-reset."

Bahkan sebelum di-PHK, Craig juga mengalami semacam "pergulatan usia paruh baya" kecil. Ia merasa kehidupan yang dijalaninya tidak sesuai dengan yang ingin ia lakukan di sisa hidupnya. Karena sebagian besar keluarga dan istrinya bekerja di bidang pendidikan, "Saya ingin mencari pekerjaan yang lebih bermakna, lebih memuaskan, dan memberi rasa memiliki."

Yang mengejutkan, menjadi instruktur ski memberikan banyak kepuasan. Craig senang melihat siswanya bangga dengan kemajuan mereka sendiri, dan juga senang melihat mereka menikmati keseruan bermain ski, terutama anak-anak.

Beralih Profesi di Usia Paruh Baya, Mulai dari Bawah, Tak Perlu Peduli Pandangan Orang Lain

Douglas Craig sempat khawatir orang lain akan menganggap dirinya gagal karena kehilangan posisi eksekutif di media besar. Namun ia segera melepaskan kekhawatiran itu: "Mengapa saya harus peduli dengan pendapat orang lain?"

Yang terpenting, istri dan keluarganya tidak meremehkan Craig, malah memberikan dukungan besar. Ketika ia menjelaskan kepada kenalannya bahwa peralihan profesi ini demi ritme hidup yang lebih sehat, banyak yang merespon dengan penuh pengertian, "Kedengarannya luar biasa", "Saya juga berharap bisa melakukannya."

Saat musim panas tiba, ia beralih ke pekerjaan musiman lain—menjadi pengawas di taman petualangan aerial (Aerial Adventure Park), yang juga berada di alam terbuka. Kini, setiap kali pulang dari perjalanan, Craig tidak lagi merasakan tekanan seperti dulu, "Liburan selesai, saatnya kembali ke neraka," dengan perasaan enggan. "Setelah perjalanan singkat baru-baru ini, saya juga harus kembali bekerja, tapi hidup sekarang lebih sederhana dan bebas."

Ia menyarankan para karyawan yang mempertimbangkan untuk beralih profesi untuk jujur pada diri sendiri, cari tahu apa yang benar-benar diinginkan. "Setiap orang punya kepribadian berbeda, tapi jika Anda ingin mencoba hal lain, jangan abaikan kebutuhan itu."

▲ Kini bekerja di luar ruangan dengan udara bebas. Setiap kali pulang dari perjalanan, Craig tidak lagi merasakan tekanan seperti dulu, "Liburan selesai, saatnya kembali ke neraka," dengan perasaan enggan.

Artikel Terkait:

Pria IT tinggalkan gaji tahunan 2 juta beralih buka toko, meski penghasilan turun 90% tak menyesal: "Saya ingin hidup punya tujuan dan makna"

Mainan picu "ekonomi penyembuhan", desainer Hong Kong dirikan studio mainan, bantu pria atasi "krisis paruh baya" lewat bermain mainan

Pernah punya lebih dari 30 jenis pekerjaan sampingan, merdeka finansial di usia 25 tahun. Generasi milenial ungkap kesamaan "pekerjaan sampingan paling menguntungkan"

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan