Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
CFD
Derivatif CFD Saham AS
Saham AS
Akses saham AS dan ETF yang nyata
Saham HK
Perdagangkan saham berkualitas yang terdaftar di Hong Kong
Saham Korea
SK Hynix
Perdagangkan Saham Korea Nyata dan Berinvestasi pada Aset Populer
Saham Futures
Leverage tinggi, perdagangan 24/7
Tokenized Stocks
Didukung oleh aset saham nyata
IPO Access
Buka akses penuh ke IPO saham global
GUSD
Mint GUSD untuk Imbal Hasil Treasury RWA
Aktivitas Saham
Perdagangkan Saham Populer dan Dapatkan Airdrop yang Melimpah
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
IPO Access
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
#PredictWorldCupShare20000U
Selasa Penentu di Babak 16 Besar, Argentina Diuji Dongeng Mesir, Swiss Berebut Tempat Lawan Kolombia
Babak enam belas besar Piala Dunia FIFA 2026 menyisakan dua laga penutup yang sama sama menarik pada hari yang sama. Argentina berhadapan dengan Mesir di Atlanta, sementara Swiss menantang Kolombia di Vancouver. Pemenang dari kedua laga ini akan bertemu di babak perempat final di Kansas City pada sebelas Juli mendatang, menjadikan hari ini sebagai persimpangan jalan penting bagi empat tim yang masih menyimpan ambisi besar di turnamen ini.
Argentina Menghadapi Kejutan Bernama Mesir
Sang juara bertahan Argentina melangkah ke fase gugur dengan catatan sempurna di Grup J, menundukkan Austria, Aljazair, dan Yordania tanpa kebobolan satu kekalahan pun. Namun perjalanan mereka di babak tiga puluh dua besar jauh dari mulus. Argentina baru bisa mengatasi perlawanan keras debutan Tanjung Verde lewat perpanjangan waktu, menang tipis tiga dua setelah sempat kesulitan membongkar pertahanan lawan yang tampil di luar dugaan.
Ironisnya, Mesir justru datang ke Atlanta dengan modal cerita yang tak kalah dramatis. Tim berjuluk The Pharaohs ini finis kedua di Grup G setelah bermain imbang melawan Belgia dan Iran, serta menang atas Selandia Baru. Mereka kemudian menyingkirkan Australia lewat drama adu penalti empat dua, setelah bermain imbang satu satu selama seratus dua puluh menit. Kemenangan itu mengantar Mesir ke babak enam belas besar untuk pertama kalinya sejak seribu sembilan ratus tiga puluh empat, sebuah pencapaian bersejarah bagi sepak bola Mesir modern.
Dari sisi kualitas skuad, kesenjangan antara kedua tim masih terasa lebar. Lioni Messi tampil sebagai motor utama serangan Argentina, dan saat ini tercatat sudah mengoleksi tujuh gol, sejajar dengan Kylian Mbappe dan Erling Haaland di puncak perebutan sepatu emas turnamen. Sayangnya bagi Argentina, ketergantungan pada sosok Messi juga menjadi catatan tersendiri, mengingat lini serang mereka belum menunjukkan variasi ancaman yang meyakinkan selain dari sang kapten.
Mesir di sisi lain mengandalkan trio penyerang berbahaya lewat Mohamed Salah, Omar Marmoush, dan Zico, namun problem utama mereka justru ada di lini pertahanan. Sepanjang turnamen, Mesir belum sekalipun berhasil menjaga gawangnya tanpa kebobolan, dengan rata rata kebobolan mendekati satu setengah gol per laga. Ketimpangan antara kekuatan lini depan yang mentereng dan lini belakang yang rapuh membuat Mesir rentan menghadapi Argentina yang diperkirakan akan mendominasi penguasaan bola di atas tujuh puluh persen.
Model prediksi Opta memberikan peluang kemenangan waktu normal sebesar enam puluh sembilan koma satu persen untuk Argentina, dua belas koma tiga persen untuk Mesir, dan delapan belas koma lima persen kemungkinan laga berlanjut ke perpanjangan waktu. Data pasar taruhan turut menegaskan pandangan serupa, dengan Argentina dipatok sebagai favorit kuat sekitar tujuh puluh persen, jauh meninggalkan Mesir yang hanya diberi peluang sekitar sepuluh persen. Meski demikian, sejarah Piala Dunia berulang kali membuktikan bahwa tim dengan mentalitas pemberani seperti Mesir bisa saja mencuri momentum lewat satu peluang set piece atau serangan balik cepat, terutama jika laga tetap imbang hingga menit menit akhir.
Swiss dan Kolombia, Duel Dua Tim Rapi yang Sulit Ditembus
Berbeda dengan drama di Atlanta, laga Swiss melawan Kolombia di Vancouver diperkirakan berjalan lebih rapat dan taktis. Kedua tim sama sama melangkah ke babak enam belas besar tanpa terkalahkan sepanjang turnamen, dan sama sama dikenal sebagai kuda hitam yang efisien ketimbang spektakuler.
Swiss sempat membuka turnamen dengan hasil kurang meyakinkan, bermain imbang satu satu melawan Qatar, sebelum kemudian menemukan performa terbaiknya dengan mengalahkan Bosnia dan Herzegovina empat satu, disusul kemenangan atas tuan rumah Kanada dua satu. Di babak tiga puluh dua besar, mereka melanjutkan tren positif dengan mengalahkan Aljazair dua nol tanpa banyak kesulitan. Kekuatan utama Swiss terletak pada soliditas kolektif, dengan Granit Xhaka mengatur tempo permainan di lini tengah, dibantu kiper Gregor Kobel serta duo bek Manuel Akanji dan Ricardo Rodriguez yang tampil konsisten. Trio penyerang Johan Manzambi, Ruben Vargas, dan Breel Embolo bahkan sudah menyumbang total tujuh gol bagi tim, menandakan Swiss bukan sekadar tim bertahan yang pasif.
Namun catatan historis Swiss di fase ini kurang menggembirakan, mengingat mereka belum pernah menembus perempat final sejak seribu sembilan ratus lima puluh empat, dan selalu tersingkir tepat di babak enam belas besar dalam tiga edisi Piala Dunia terakhir. Beban psikologis ini bisa menjadi faktor penentu ketika tekanan pertandingan meningkat.
Kolombia melangkah dengan modal yang sama solidnya. Mereka menjuarai Grup K lewat kemenangan atas Uzbekistan tiga satu, kemenangan atas Kongo DR satu nol, serta hasil imbang tanpa gol melawan Portugal, sebelum menundukkan Ghana satu nol di babak tiga puluh dua besar lewat gol cepat Jhon Arias. Sepanjang turnamen, Kolombia baru kebobolan satu gol saja, sebuah statistik pertahanan yang sangat mengesankan dan menjadikan mereka salah satu tim tersulit ditembus di ajang ini.
Sayangnya Kolombia harus menghadapi laga ini tanpa penyerang utama Jhon Cordoba yang mengalami cedera hamstring saat melawan Ghana dan dipastikan absen sepanjang sisa turnamen. Posisinya kemungkinan besar akan diisi oleh Luis Suarez, yang sebelumnya tampil sebagai pengganti dan langsung memberi assist gol kemenangan. Kondisi James Rodriguez juga masih diragukan karena sakit, membuka peluang bagi Juan Quintero untuk mendapat kesempatan bermain. Kekuatan utama Kolombia tetap bertumpu pada Luis Diaz di sisi sayap, yang selama ini menjadi sumber kreativitas dan ancaman terbesar bagi pertahanan lawan.
Pasar taruhan maupun model statistik sama sama menempatkan Kolombia sebagai favorit tipis dalam laga ini, dengan peluang menang sekitar empat puluh dua hingga empat puluh tiga persen, dibandingkan Swiss yang berada di angka dua puluh tujuh persen, dan sisanya peluang hasil imbang di kisaran tiga puluh persen. Selisih peluang yang tipis ini mencerminkan gambaran pertandingan yang diperkirakan berjalan ketat, dengan potensi besar berlanjut hingga waktu tambahan mengingat karakter kedua tim yang sama sama disiplin dan enggan membuka ruang bagi lawan.
Menuju Kansas City
Siapapun yang keluar sebagai pemenang dari dua laga ini akan bertemu di babak perempat final di Kansas City pada sebelas Juli mendatang, sebuah panggung yang berpotensi mempertemukan Lionel Messi dengan salah satu kejutan terbesar turnamen tahun ini. Bagi Argentina, misi mempertahankan gelar juara dunia masih terus berjalan, sementara bagi Mesir, Swiss, maupun Kolombia, setiap langkah lebih jauh di turnamen ini sudah menjadi catatan sejarah tersendiri bagi sepak bola negara masing masing.