Gelombang AI | 92% Perusahaan Hong Kong yang Disurvei Memperkirakan Permintaan Penyimpanan Akan Meningkat Lebih dari 50% dalam 2 Tahun ke Depan

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Anak perusahaan Hitachi yang bergerak di bidang penyimpanan data, infrastruktur, dan manajemen cloud hybrid, Hitachi Vantara, baru saja merilis Laporan Global tentang Status Infrastruktur Data (State of Data Infrastructure Global Report) yang menyatakan bahwa seiring perusahaan mempercepat penggunaan AI, 92% perusahaan di Hong Kong memperkirakan kebutuhan penyimpanan terkait akan meningkat lebih dari 50% dalam dua tahun ke depan. Namun, hal ini juga menimbulkan kekhawatiran tentang ancaman terhadap tata kelola data dan keamanan informasi.

Survei terbaru Hitachi Vantara mewawancarai lebih dari 1.200 eksekutif senior dan direktur TI dari 15 negara dan wilayah, termasuk 190 responden dari wilayah Tiongkok Raya, dengan 55 di antaranya berasal dari Hong Kong. Laporan tersebut menunjukkan bahwa penerapan AI sudah sangat umum, dengan 99% responden Hong Kong menggunakan, menguji coba, atau meneliti penerapan AI. Selain itu, institusi di Hong Kong juga menunjukkan ekspektasi pertumbuhan yang agresif dalam penyimpanan data (75%), investasi teknologi AI (77%), dan pengembangan talenta AI (75%). Para pemimpin bisnis Hong Kong juga memperkirakan investasi AI akan meningkat 77% dalam dua tahun ke depan, mencerminkan kesiapan Hong Kong untuk menghadapi transformasi digital yang pesat.

Namun, laporan tersebut secara khusus menyebutkan bahwa dengan percepatan penerapan AI, kesenjangan perkembangan antara institusi yang telah membangun fondasi manajemen data yang kokoh dan yang tertinggal terlihat jelas. Perlu dicatat bahwa hanya 33% perusahaan Hong Kong yang disurvei dinilai matang secara data (data-mature), lebih rendah dari rata-rata global (41%) dan Tiongkok (39%). Sebanyak 67% perusahaan Hong Kong masih berada pada tahap awal atau terfragmentasi dalam manajemen data, menunjukkan kondisi data laggards, yang mencerminkan lingkungan data mereka yang kurang memiliki arsitektur yang baik, sehingga sulit untuk memaksimalkan nilai investasi proyek AI.

Manajer Umum Hitachi Vantara Hong Kong dan Makau, Ruan Shaojun, menyatakan:

Seiring AI secara bertahap menjadi inti operasi di berbagai industri, para pemimpin harus memandang fondasi data sebagai kebutuhan strategis, bukan sekadar masalah teknis.

Keamanan Siber|Risiko Kebocoran Data Besar: Bagaimana Perusahaan Menghadapi Regulasi Baru dengan Arsitektur Penyimpanan Modern?

Pusat Data|Pusat Data Equinix HK6 Beroperasi, Fase Awal Menyediakan 1.000 Rak, Menggunakan Sistem Pendingin Cair

Chief Product Officer Hitachi Vantara, Octavian Tanase, juga menekankan:

AI meningkatkan tuntutan perusahaan terhadap tata kelola dan manajemen data. Seiring AI semakin terintegrasi ke dalam operasi bisnis, para pemimpin menyadari bahwa tata kelola, visibilitas, dan kontrol sama pentingnya dengan efisiensi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan