Investasi di perusahaan Kazakhstan, perlu memperhatikan nilai tukar tenge?

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Perusahaan Kereta Api Nasional Kazakhstan (KTZ) baru saja mengajukan permohonan pencatatan saham di Hong Kong, dengan kinerja laba yang berlipat ganda menarik perhatian pasar. Namun, saat menelaah perusahaan yang beroperasi dengan mata uang lokal seperti ini, investor tidak boleh mengabaikan satu isu inti, yaitu pergerakan nilai tukar. Mata uang Kazakhstan, Tenge, secara langsung akan mempengaruhi imbal hasil investasi yang dihitung dalam dolar AS atau dolar Hong Kong.

Kelahiran Tenge: Simbol Kemandirian

Mata uang Kazakhstan, Tenge, pada dasarnya adalah kisah pencarian kedaulatan ekonomi Kazakhstan. Setelah runtuhnya Uni Soviet pada tahun 1991, Kazakhstan sempat terus menggunakan Rubel Rusia. Rusia pernah mengusulkan untuk memasukkan Kazakhstan ke dalam sistem keuangannya, dengan syarat Kazakhstan menyerahkan kedaulatannya dan menyerahkan cadangan emas negaranya. Pada saat yang sama, Rubel Soviet mengalami depresiasi parah, dengan tingkat inflasi mencapai 2900%.

Dalam konteks ini, pada tanggal 15 November 1993, Kazakhstan secara resmi mengeluarkan mata uangnya sendiri, Tenge, dengan rasio 1 Tenge setara 500 Rubel untuk menggantikan Rubel. Presiden Nursultan Nazarbayev menyatakan: "Kelahiran Tenge adalah tanda yang jelas dari kemandirian ekonomi negara."

Kata "Tenge" berasal dari bahasa Turki, yang berarti "ukuran" atau "timbangan", dan dapat ditelusuri kembali ke era Kekhanan Emas.

Perjalanan Depresiasi Panjang Tenge

Namun, sejak kelahirannya, depresiasi Tenge hampir menjadi hal yang biasa.

  • Saat diterbitkan pada tahun 1993, 1 dolar AS setara dengan 4,7 Tenge; pada tahun 1997, telah turun menjadi 1 dolar AS setara dengan 75 Tenge, turun 16 kali lipat dalam empat tahun.

  • Setelah itu, Tenge mengalami beberapa kali depresiasi signifikan: pada Februari 2009, terdepresiasi sekitar 20%; pada Februari 2014, kembali terdepresiasi 19,3%.

  • 2015: Free Float dan Depresiasi 30% dalam Sehari

  • Peristiwa paling ikonik terjadi pada 20 Agustus 2015. Pemerintah Kazakhstan membatalkan sistem koridor nilai tukar dan beralih ke nilai tukar mengambang bebas. Nilai tukar Tenge terhadap dolar AS pada hari itu anjlok dari 1:197 menjadi 1:256, terdepresiasi 30% dalam sehari.

Setelah itu, Tenge terus melemah. Pada tahun 2020, akibat pandemi, terdepresiasi sekitar 10% sepanjang tahun, dari 382,6 menjadi 420,91. Pada Juli 2025, nilai tukar sempat menyentuh rekor tertinggi 1 dolar AS setara dengan 549,90 Tenge. Hingga 2 Juli 2026, nilai tukar yang diumumkan bank sentral adalah 1 dolar AS setara dengan 478,96 Tenge. Beberapa lembaga keuangan memperkirakan Tenge mungkin terdepresiasi menjadi 600 hingga 610 per dolar AS pada akhir 2026.

Pelajaran bagi Investor

Berinvestasi di perusahaan Kazakhstan, laba Tenge yang cemerlang, jika dikonversi ke dolar AS atau dolar Hong Kong, bisa "menyusut". Risiko nilai tukar adalah salah satu aspek yang tidak dapat diabaikan dalam keputusan investasi, dan sejarah Tenge memberi tahu kita bahwa depresiasi bukanlah pengecualian, melainkan hal yang biasa.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan