7.2 Ketua Federal Reserve baru, Walsh: Penampilan Internasional Pertama "Elang Berbulu Merpati"



Ketua Federal Reserve yang baru, Kane Walsh, menyampaikan pidato penampilan internasional pertamanya di Forum Bank Sentral Eropa yang diadakan di Portugal. Inti pandangannya dapat diringkas sebagai berikut:

Satu, Target Inflasi: Berkomitmen pada 2%

Walsh dengan tegas menyatakan bahwa Federal Reserve tidak akan membiarkan inflasi menyimpang dari target 2%, dan akan menjadikan pengembalian inflasi ke sekitar 2% sebagai arah kerja penting.

Dua, Kebijakan Suku Bunga: Meninggalkan Panduan ke Depan

Ke depannya, Federal Reserve tidak akan lagi mengeluarkan "panduan ke depan" apa pun. Walsh bahkan dengan cara yang sedikit bercanda namun bermakna mengatakan bahwa dia tidak ingin mengungkapkan semua kartu sebelum rapat, dan berharap pada rapat Juli para anggota dapat berdiskusi secara penuh seperti "debat internal keluarga."

Tiga, Reformasi Mekanisme Komunikasi: Langkah Besar

Mengenai mekanisme "dot plot," Walsh meskipun mengatakan dapat dipertahankan untuk sementara, telah membentuk tim khusus untuk meninjau ulang. Ini menunjukkan bahwa dia akan melakukan reformasi besar-besaran pada mekanisme komunikasi Federal Reserve.

Empat, Inflasi dan Harga Minyak: Mempersiapkan Penurunan Suku Bunga

Walsh kembali menegaskan bahwa inflasi AS saat ini terkait erat dengan peristiwa Timur Tengah, dan saat ini harga minyak internasional telah turun drastis ke level sebelum peristiwa Timur Tengah, sehingga ekspektasi inflasi juga turun signifikan. Ini seolah mempersiapkan jalan untuk "penurunan suku bunga pada titik waktu tertentu di masa depan."

Lima, Kecerdasan Buatan dan Produktivitas: Senjata Jangka Panjang Melawan Inflasi

Dia kembali menegaskan sikap optimis terhadap perkembangan jangka panjang kecerdasan buatan, percaya bahwa menggunakan AI untuk meningkatkan produktivitas dapat menurunkan inflasi, dan pemikiran ini akan konsisten.

Enam, Pembuatan Kebijakan: Berdasarkan Data Real-Time

Walsh berharap dalam satu tahun ke depan, Federal Reserve dapat mewujudkan pembuatan kebijakan berdasarkan data real-time, dengan menggunakan lembaga dan teknologi baru dalam prosesnya.

Tujuh, Pengurangan Neraca: Tekad dan Irama

Walsh bersikeras untuk mengurangi neraca Federal Reserve yang sangat besar (sebesar $6,7 triliun), tetapi menekankan perlunya komunikasi yang cukup dengan pasar sebelum pengambilan keputusan, menunjukkan bahwa pengurangan neraca adalah suatu keharusan, tetapi membutuhkan waktu dan metode baru. Dia mungkin akan bekerja sama dengan Bessent untuk mendorongnya, dengan tujuan secara bertahap keluar dari pasar mikro, menjadikan neraca Federal Reserve terutama terdiri dari obligasi pemerintah AS, dan keluar dari jaminan implisit terhadap pasar properti dan kredit.

Delapan, Pembentukan Tim: Dewan Pakar Internasional yang Melanggar Kebiasaan

Walsh mengundang mantan Gubernur Bank Inggris, Mervyn King, untuk menjadi kepala "Kelompok Kerja Komunikasi." Langkah yang melanggar kebiasaan ini memiliki makna yang mendalam. Keduanya telah saling kenal selama lebih dari 20 tahun, sering berpartisipasi dalam koordinasi kebijakan lintas negara selama krisis keuangan global 2008, dan sangat sejalan dalam logika "refleksi tentang pelonggaran kuantitatif," "studi tentang kebijakan moneter bank sentral," serta "bank sentral tidak boleh terlalu campur tangan di pasar." Gaya bicara Mervyn King yang kabur namun pandai menjelaskan kebijakan dengan bahasa sederhana membantu Walsh mengelola "tingkat kekaburan" komunikasi, mengubah gaya pidato Federal Reserve yang saat ini bertele-tele dan penuh istilah teknis, serta mendukung reformasinya untuk menghilangkan "panduan ke depan" dan "dot plot."

Kesimpulan: Nada Dasar Era Baru Federal Reserve "Era Walsh"

Penampilan internasional pertama Walsh memperjelas sikap ketat "era baru" Federal Reserve ke luar. Ke depannya, Federal Reserve akan menjadi "sulit diprediksi" kembali, pasar harus belajar "berdasarkan data" untuk menanggung risiko sendiri, tidak lagi berharap pada "penyelamatan pasar" oleh Federal Reserve. Target inflasi 2% kembali diperkuat, tidak menutup kemungkinan Walsh akan mencapainya melalui berbagai cara termasuk "rata-rata terpotong." Sementara pengurangan neraca sebagai langkah kunci untuk menarik kembali likuiditas dolar AS, merupakan persiapan penting sebelum penurunan suku bunga di masa depan. Hanya dengan pemulihan kredibilitas dolar AS, logika "dolar AS lemah namun kuat" dapat terwujud. Bagi investor, ini berarti akan menghadapi lebih banyak ketidakpastian.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan