🌍 Penantian 52 Tahun—Bisakah "Tembok Besi" Kongo Terus Menulis Dongeng?



Timnas Republik Demokratik Kongo terakhir kali tampil di Piala Dunia pada tahun 1974 (saat itu bernama Zaire). Kembali ke putaran final setelah 52 tahun, mereka menahan imbang Portugal 1-1 di fase grup, membalikkan keadaan melawan Uzbekistan 3-1, dan melaju hingga babak gugur—ini sendiri sudah merupakan dongeng yang luar biasa.

Mengapa tidak bisa terus membuat kejutan?

1. Keunggulan mental—seluruh tim Kongo tanpa tekanan, pelatih Desabre berkata "akan menikmati pertandingan". Tim yang tidak memiliki beban sering kali tampil di luar kemampuan terbaiknya.
2. Keunggulan fisik—seluruh pemain Kongo sehat tanpa cedera, sementara bek kanan Inggris cedera berjajar.
3. Ahli Premier League—Wan-Bissaka dan Tuanzebe sangat mengenal lini depan Inggris.

Namun kenyataan pahit:

Inggris tidak pernah kalah melawan tim Afrika di Piala Dunia (5 menang, 4 seri). Tim asuhan Tuchel memiliki rekor 10 menang, 1 seri dalam 11 pertandingan resmi. Jalan Kongo sebagai kuda hitam kemungkinan besar berakhir di sini.

Prediksi: Inggris 2-0 Kongo#预测世界杯英格兰VS刚果
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan