Tentu, berikut adalah versi yang sekitar setengah dari aslinya, lebih cocok untuk dibaca di postingan:


Bagaimana Kekaisaran Romawi mengubah koin perak menjadi koin tembaga?
Koin perak Denarius yang diterbitkan awal Kekaisaran Romawi memiliki kandungan perak yang sangat tinggi, sehingga sangat dipercaya oleh rakyat dan pedagang.
Kemudian, seiring dengan meningkatnya biaya perang dan pengeluaran fiskal, pemerintah mulai mengurangi kandungan perak dalam koin perak, mencampurnya dengan semakin banyak tembaga, tetapi tetap diedarkan dengan nilai nominal yang sama.
Dalam jangka pendek, pemerintah Romawi memperoleh lebih banyak pendapatan fiskal; tetapi dalam jangka panjang, orang menemukan bahwa koin perak baru semakin tidak bernilai, sehingga mereka mulai menyimpan koin perak lama dan segera menghabiskan koin perak baru. Harga naik, kredibilitas mata uang terus menurun, dan perdagangan juga terpengaruh.
Saifedean dalam buku "The Future of Money" menggunakan kisah ini untuk menjelaskan:
Kekaisaran kuno mengencerkan mata uang dengan mencampur tembaga ke dalam koin perak, sementara negara modern memperluas pasokan mata uang dengan menerbitkan lebih banyak uang fiat. Bentuknya berbeda, tetapi logika di baliknya serupa—semakin mudah mata uang diciptakan, semakin lemah kemampuannya sebagai alat penyimpan nilai.
Ini juga alasan penting mengapa penulis mendukung "hard currency": semakin sulit untuk diterbitkan, semakin mudah untuk memenangkan kepercayaan pasar dalam jangka panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan