Hezbollah, sebuah kekuatan politik dan militer utama di Lebanon, telah memperingatkan potensi konflik internal menyusul kesepakatan antara Israel dan Lebanon. Pemimpin kelompok tersebut, Naim Qassem, telah menyatakan bahwa mereka menganggap kesepakatan itu 'batal dan tidak berlaku'. Perkembangan ini dapat memiliki implikasi signifikan bagi stabilitas kawasan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar