Seorang profesor berkata:


Masalah terbesar saat ini bukanlah generasi muda yang tidak mau menikah dan tidak punya anak.
Saya katakan terus terang, berhentilah menganalisis omong kosong tentang Gen Z tidak pacaran, Milenial tidak punya anak.
Yang benar-benar berubah, masalah paling kritis sekarang adalah: generasi orang tua ini sudah tidak lagi memaksa anak-anak mereka menikah, tidak lagi memaksa mereka punya anak.
Dulu, para orang tua berjuang mati-matian, mendorong anak-anak belajar, memicu persaingan pendidikan, mendesak nikah dan punya anak, seumur hidup berputar di sekitar keluarga dan keturunan.
Tapi sekarang berbeda.
Para orang tua yang telah merasakan pahitnya hidup, menanggung semua tekanan hidup, semuanya sadar.
Mereka sendiri telah menyelesaikan siklus hidup yang utuh: karir macet, krisis paruh baya, cicilan rumah menekan, membesarkan anak seperti lubang tanpa dasar, persaingan pendidikan tak berujung.
Mereka melihat dengan jelas — menikah tidak mudah, membesarkan anak tidak membahagiakan, sebagian besar hidup adalah beban berat.
Jadi sekarang mereka serempak hanya berkata kepada anak-anak mereka:
Tidak perlu menikah, tidak perlu punya anak, buat hidupmu sendiri nyaman, itulah kesuksesan terbesar.
Ini bukan kompromi, bukan menyerah, ini adalah penghentian kerugian yang rasional setelah melihat realitas.
Keluarga kaya masih bisa bersaing, masih bisa mendorong anak-anak.
Rakyat biasa melihat paling jelas: berjuang sekuat tenaga, belum tentu mendapatkan hidup yang tenang.
Kalau begitu, mengapa harus membuat generasi berikutnya terus terjebak dalam siklus?
Generasi muda tidak ingin menikah dan punya anak, itu pilihan mereka.
Orang tua yang secara aktif menasihati untuk tidak menikah dan tidak punya anak, itulah titik balik sebenarnya dari zaman.
Ketika generasi yang paling mendukung pembentukan keluarga, paling mendorong punya anak, secara kolektif memilih menyerah dan melepaskan tekanan.
Maka mulai sekarang, semua kebijakan kependudukan, semua harapan pernikahan dan percintaan, pada dasarnya hanya omong kosong.
Satu generasi dengan tangan mereka sendiri membongkar belenggu persaingan, sekaligus juga meruntuhkan logika kelanjutan kehidupan tradisional.
Sangat realistis, dan sangat kejam:
Akhirnya semua orang hanya ingin hidup baik untuk diri sendiri, tidak ada yang mau lagi mengorbankan seumur hidup.
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar