#广场预测世界杯赢40000U


Kaki Buddha vs Kaki Dewa: Pertandingan Paling Romantis di Piala Dunia!

Babak 1/16 final Piala Dunia 2026 USA-Kanada-Meksiko menyuguhkan pertandingan dengan gaya yang sangat berbeda: juara bertahan Argentina berhadapan dengan kuda hitam super Tanjung Verde yang baru pertama kali lolos ke Piala Dunia dan berhasil lolos dari fase grup. Sejumlah fans memberi nama yang cukup imajinatif untuk pertandingan ini: 'Kaki Buddha vs Kaki Dewa'. Di satu sisi ada Argentina yang memegang Messi dan bertekad mempertahankan gelar, di sisi lain ada Tanjung Verde yang mengandalkan kiper veteran berusia 40 tahun, Vozinia, yang melakukan banyak penyelamatan ajaib. Perumpamaan 'Kaki Buddha' dan 'Kaki Dewa' dengan tepat merangkum daya tarik utama pertandingan ini. 'Kaki Dewa' tentu mengacu pada Messi. Di babak grup, Messi seorang diri mencetak 5 gol untuk Argentina, dalam performa yang sangat panas. Sebagai legenda hidup sepak bola saat ini, kedua kakinya hampir bisa menciptakan segalanya. 'Kaki Buddha' mengacu pada kiper tua Tanjung Verde yang berusia 40 tahun, Vozinia. Dalam pertandingan melawan Spanyol, ia melakukan penyelamatan tinggi-rendah, menjaga gawang tetap bersih, dan langsung menjadi dewa. Pengikut media sosialnya melonjak dari kurang dari 50.000 menjadi hampir 17 juta. Vozinia sendiri juga berulang kali mengungkapkan keinginannya untuk menghadapi Messi, bahkan bermimpi bisa menggagalkan penalti Messi. Sejumlah fans bercanda bahwa yang harus dilakukan 'Kaki Buddha' adalah menghalau 'Kaki Dewa' dari gawang.

  Daya tarik pertandingan ini sebagian besar berasal dari kontras ekstrem antara kedua tim.

  Tanjung Verde, sebuah negara kepulauan Afrika dengan luas wilayah sekitar 4.033 kilometer persegi dan populasi hanya sekitar 500.000 jiwa, untuk pertama kalinya dalam sejarah mengikuti Piala Dunia. Total nilai pasar seluruh tim hanya 54,5 juta euro, kurang dari 1/22 tim Spanyol. Gaji bulanan pemain hanya satu atau dua ribu yuan, bahkan kiper berusia 40 tahun, Vozinia, menghadapi risiko pengangguran sebelum Piala Dunia.

  Tim seperti inilah, di babak grup menghadapi dua juara dunia Spanyol dan Uruguay, dengan sistem pertahanan rendah 5-4-1 yang ekstrem berhasil mengamankan dua hasil imbang, dan akhirnya lolos dari grup neraka dengan tiga hasil imbang tanpa terkalahkan.

  Argentina, peringkat atas dunia, memiliki megabintang sejarah seperti Messi, mempertahankan skuad lengkap juara Piala Dunia 2022, dan merupakan salah satu favorit utama juara turnamen ini.

  Dalam dua putaran pertama babak grup, Argentina berturut-turut mencatatkan cleansheet, menunjukkan level dominan di kedua sisi serangan dan pertahanan.

  Secara rasional, tampaknya tidak banyak misteri mengenai kemenangan atau kekalahan pertandingan ini. Namun seperti yang telah dibuktikan oleh Tanjung Verde, sepak bola itu bundar, hasil pertandingan tidak hanya soal perbandingan nilai pasar dan ketenaran. Sebuah negara kecil dengan populasi 540.000 jiwa, untuk pertama kalinya mengikuti Piala Dunia, sudah berdiri di hadapan juara bertahan, ini sendiri sudah merupakan keajaiban.

  Kata-kata Vozinia sebelum pertandingan mungkin merupakan catatan kaki terbaik untuk pertandingan ini: "Messi adalah pemain terhebat sepanjang masa, saya sungguh berharap bisa bermain dengannya, bermimpi bertukar jersey!" Ketika 'Kaki Buddha' bertemu 'Kaki Dewa', di luar kemenangan dan kekalahan, ada hal yang disebut mimpi yang bersinar.
Lihat Asli
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 1
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
HighAmbition
· 2jam yang lalu
makasih untuk pembaruannya
Lihat AsliBalas0