Dulu saya mengira bahwa founder mode hanya milik para pendiri startup.


Belakangan saya menyadari bahwa sebenarnya itu adalah reaksi pertama seseorang saat menghadapi masalah.
Suatu kali saya melihat sebuah teks promosi acara, informasinya banyak, tapi tidak ada kait yang menarik, juga tidak ada alasan yang membuat orang segera bertindak. Cara normal adalah menunggu orang lain memberi arahan, menunggu templat, menunggu pemberitahuan.
Tapi saya tidak menunggu.
Saya pertama-tama memecah acara menjadi tiga hal: mengapa pengguna peduli, mengapa hadiah layak diikuti, mengapa berpartisipasi sekarang lebih menguntungkan daripada nanti. Lalu saya menulis ulang judul, menyusun ulang poin jual, memadatkan ekspresi, dan mengubahnya menjadi konten yang lebih mirip dengan apa yang akan dibagikan oleh pengguna nyata.
Saat itu saya menyadari bahwa yang disebut founder mode bukanlah apakah Anda memiliki perusahaan atau tidak, bukan juga apakah Anda memiliki gelar, melainkan apakah Anda menganggap hasil sebagai urusan Anda sendiri.
Kebanyakan orang terjebak dalam employee mode, bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena mereka terbiasa bertanya dulu: "Apakah ini tugas saya?"
Orang yang benar-benar bisa menyelesaikan sesuatu bertanya: "Jika ini proyek saya, bagaimana saya akan menyelesaikannya sekarang?"
Inilah juga alasan saya menyukai tema @RallyOnChain. Ia tidak menghargai teriakan slogan kosong, melainkan orang yang mau mengambil tanggung jawab secara aktif, mendorong sendiri, dan mengubah masalah yang kabur menjadi hasil yang konkret.
Pendapat panas saya adalah:
Anda tidak perlu menjadi wirausaha untuk layak masuk ke founder mode.
Anda hanya perlu berhenti menunggu izin, dan mulai bertanggung jawab atas hasil.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar