China akan menerapkan 'Undang-Undang tentang Pelestarian dan Pengembangan Bangsa Tionghoa' bulan depan, yang memprioritaskan penggunaan Mandarin dan melarang aktivitas yang 'memecah belah bangsa'. Langkah ini, dilaporkan oleh Yonhap News, menandakan pengencangan kontrol terhadap bahasa minoritas dan ekspresi perbedaan pendapat. Undang-undang ini dipandang sebagai langkah lebih lanjut dari upaya Beijing untuk memperkuat kekuasaannya dan menekan suara-suara yang berbeda, terutama di wilayah seperti Tibet dan Xinjiang.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar