Anthropic menuduh Alibaba melancarkan "serangan kloning terbesar dalam sejarah", membanjiri Claude sebanyak 28,8 juta kali.

AI raksasa Anthropic telah mengirim surat ke Senat AS, menuduh raksasa teknologi China Alibaba meluncurkan "serangan distilasi model" terbesar dalam sejarah. Anthropic mengklaim bahwa tim afiliasi Alibaba menggunakan hampir 25.000 akun penipuan untuk melakukan 28,8 juta interaksi berbahaya dengan model Claude, berusaha mencuri teknologi AI mutakhir AS tanpa kerja keras.
(Prasyarat: Mantan peneliti Anthropic mendirikan Mirendil dan mengumpulkan dana 200 juta dolar AS, mengklaim sebagai "AI yang bisa meningkatkan diri sendiri")
(Latar belakang: Anthropic menuduh Alibaba "mencuri ilegal" Claude: 28,8 juta percakapan, hampir 25.000 akun palsu, api perang distilasi melanda Kongres AS)

Daftar Isi Artikel

Toggle

  • 25.000 Akun Ganda Membombardir 28,8 Juta Kali, Menargetkan Teknologi Inti Claude
  • Abaikan Peringatan Trump! Anthropik Kecam Alibaba "Tidak Bermalu"
  • Serukan Perubahan Undang-Undang Antitrust, Cegah China Membangun "Senjata Nuklir Siber"

Persaingan antara China dan AS di bidang kecerdasan buatan (AI) meningkat dari larangan chip menjadi "perang ekstraksi model" secara langsung. Menurut laporan terbaru dari media asing, Anthropic mengirim surat rahasia kepada Senator AS Tim Scott dan Elizabeth Warren, mengungkapkan rincian mengejutkan tentang serangan berbahaya besar-besaran terhadap model AI utama mereka, Claude.

25.000 Akun Ganda Membombardir 28,8 Juta Kali, Menargetkan Teknologi Inti Claude

Dalam surat yang diajukan menjelang dengar pendapat Senat "AI dan Impian Amerika" ini, Anthropic mencatat secara rinci aksi siber yang terjadi antara 22 April hingga 5 Juni 2026. Anthropic mengklaim bahwa serangan ini dilancarkan oleh operator yang terkait dengan Alibaba dan laboratorium AI-nya, Qwen.

Para penyerang secara massal melanggar persyaratan layanan Claude, menggunakan teknik pengaburan (Obfuscation techniques) dan jaringan proxy untuk menghindari deteksi keamanan. Mereka mendaftarkan hampir 25.000 akun penipuan dan melakukan lebih dari 28,8 juta interaksi dengan Claude. Anthropic menyatakan bahwa ini adalah "tindakan ekstraksi ilegal terbesar yang pernah terdeteksi" sejauh ini.

Tujuan utamanya sangat jelas: Alibaba berusaha menghindari biaya pelatihan dan pengembangan ratusan miliar dolar yang diperlukan untuk mengembangkan model mutakhir, langsung "memanfaatkan" dan menyalin kemampuan canggih paling berharga dari Claude, termasuk penalaran agen (Agentic reasoning), rekayasa perangkat lunak, dan kemampuan menyelesaikan tugas jangka panjang (Long-horizon tasks).

Abaikan Peringatan Trump! Anthropik Kecam Alibaba "Tidak Bermalu"

Insiden ini memiliki sensitivitas politik yang sangat tinggi. Pada bulan April, Presiden AS Donald Trump baru saja secara terbuka menuduh China melakukan pencurian teknologi AI "skala industri". Sebelumnya, Anthropic juga menuduh startup China seperti DeepSeek dan Moonshot menggunakan metode serupa (total sekitar 16 juta interaksi).

Namun, serangan yang dipimpin oleh Alibaba ini terjadi "setelah" peringatan keras dari pemerintah AS. Dalam suratnya, Anthropic dengan keras mengkritik bahwa Alibaba, sebagai perusahaan multinasional yang terdaftar di Bursa Efek New York (NYSE) dan memiliki bisnis besar di AS, ternyata "dengan tidak tahu malu (Brazenly)" mengabaikan peringatan pemerintah AS untuk terus mencuri, tindakan ini sangat tidak pantas. Terkena dampak berita negatif ini, saham Alibaba langsung turun sekitar 3% setelah berita tersebut beredar.

Serukan Perubahan Undang-Undang Antitrust, Cegah China Membangun "Senjata Nuklir Siber"

Menghadapi serangan kloning yang merajalela dari perusahaan China, Anthropic menyerukan Kongres AS untuk segera mengambil tindakan legislatif, dengan tiga tuntutan utama:

  1. Mengubah Undang-Undang Antitrust (Antitrust laws): Memungkinkan perusahaan AI AS untuk secara legal berbagi informasi ancaman tentang taktik serangan China (saat ini dibatasi oleh peraturan monopoli).
  2. Memperketat Kontrol Ekspor Chip: Lebih lanjut membatasi akses China ke sumber daya komputasi canggih, sehingga data yang diperoleh melalui ekstraksi model (Distillation) menjadi tidak berarti karena kurangnya dukungan daya komputasi.
  3. Menghukum Laboratorium China: Membatasi lembaga China yang melanggar untuk mengakses model dan chip canggih AS, bahkan melarang penggunaan pusat data yang berlokasi di luar China.

Anthropic memberikan peringatan keras bahwa jika tidak dihentikan, serangan ini akan membantu China mempersingkat kesenjangan teknologi secara signifikan, bahkan mencapai kemampuan yang setara dengan model keamanan siber Anthropic, "Mythos Preview". Mythos sebelumnya secara terbuka diibaratkan oleh pendiri 360 Security Technology China, Zhou Hongyi, sebagai "senjata nuklir siber". Jika model dengan kemampuan rekayasa perangkat lunak yang kuat tetapi tanpa pagar keamanan AS ini dikuasai oleh lawan, hal itu akan menjadi ancaman yang menghancurkan bagi keamanan nasional AS.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan