AI menghabiskan kapasitas memori! Apple tidak tahan dan menaikkan harga MacBook, iPad, harga saham anjlok lebih dari 5%

Menurut laporan CNBC hari ini (25), karena ledakan permintaan pusat data AI global yang menyebabkan biaya memori melonjak, Apple (Apple) secara resmi mengumumkan kenaikan harga besar-besaran untuk lini MacBook dan iPad. Langkah pengalihan biaya ini langsung memicu kekhawatiran pasar, dan harga saham Apple (AAPL) anjlok 5,22%, mencatat penurunan harian terbesar sejak Februari tahun ini. CEO Tim Cook mengakui bahwa ini adalah "banjir seratus tahun" bagi industri elektronik.
(Konteks sebelumnya: Trump: Apple akan mencari Intel untuk memproduksi chip! INTC naik 6,6% sebelum pasar dibuka)
(Latar belakang tambahan: Google meluncurkan speaker pintar baru "Google Home Speaker" setelah 6 tahun! Terintegrasi penuh dengan Gemini, harga $100 untuk bersaing dengan Apple)

Daftar Isi

Toggle

  • Situs web sempat down, lalu terjadi kenaikan harga menyeluruh, tertinggi naik $300
  • Cook mengeluh "banjir seratus tahun", permintaan AI mendesak elektronik konsumen
  • Pabrik memori menjadi pemenang terbesar, iPhone terancam kenaikan harga $200

Biaya perlombaan senjata kecerdasan buatan (AI) kini ditanggung oleh konsumen global. Dengan harga memori dan komponen penyimpanan yang melonjak tak terkendali, raksasa elektronik konsumen Apple akhirnya tidak tahan lagi. Menurut laporan CNBC, pada hari Kamis (25) Apple secara resmi mengumumkan akan menaikkan harga jual seluruh lini produk MacBook dan iPad. Begitu berita keluar, harga saham Apple (AAPL) langsung turun 5,22% menjadi sekitar $277,79, mencatat penurunan harian terburuk sejak Februari tahun ini.

Situs web sempat down, lalu terjadi kenaikan harga menyeluruh, tertinggi naik $300

Setelah situs web Apple sempat down untuk pembaruan, konsumen dihadapkan pada daftar harga baru yang mengejutkan. Kenaikan harga untuk berbagai produk unggulan berkisar antara $100 hingga $300, dengan rincian sebagai berikut:

  • MacBook Neo (model dasar): Harga asli $599 → Naik menjadi $699
  • MacBook Air 512GB: Harga asli $1,099 → Naik menjadi $1,299
  • MacBook Pro 1TB: Harga asli $1,699 → Naik menjadi $1,999
  • iPad Air 128GB: Harga asli $599 → Naik menjadi $749
  • iPad Pro Wi-Fi 256GB: Harga asli $999 → Naik menjadi $1,199

Cook mengeluh "banjir seratus tahun", permintaan AI mendesak elektronik konsumen

Menanggapi kenaikan harga besar-besaran yang jarang terjadi ini, Apple dalam pernyataan resminya dengan pasrah mengatakan: "Industri elektronik konsumen sedang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ekspansi cepat pusat data AI menyebabkan lonjakan luar biasa dalam permintaan memori dan penyimpanan. Kami belum pernah melihat kenaikan harga komponen yang begitu cepat dan begitu besar." Apple menegaskan bahwa perusahaan telah menyerap biaya hingga batas maksimal, dan kini telah mencapai "tahap di mana kami harus mulai menaikkan harga beberapa produk."

CEO Tim Cook dalam wawancara khusus dengan Wall Street Journal pekan lalu telah memberikan peringatan, menggambarkan krisis rantai pasokan saat ini sebagai "banjir seratus tahun (a hundred-year flood)". Ia mengatakan bahwa selama lebih dari 40 tahun berkecimpung di industri elektronik, ia belum pernah melihat situasi ekstrem seperti ini, dan mengakui bahwa perusahaan tidak lagi dapat sepenuhnya melindungi konsumen dari dampak lonjakan biaya.

Pabrik memori menjadi pemenang terbesar, iPhone terancam kenaikan harga $200

Akar dari krisis ini adalah pemasok memori global yang secara agresif mengalihkan kapasitas produksi ke memori bandwidth tinggi (HBM) yang sangat menguntungkan, untuk memenuhi permintaan besar server AI seperti NVIDIA. Menurut data Counterpoint Research, dalam tiga kuartal terakhir, harga memori dan penyimpanan umum telah melonjak empat kali lipat.

Di tengah pergeseran drastis sektor rantai pasokan, pabrik memori seperti Micron menjadi pemenang terbesar, dengan margin kotor kuartal terbaru mereka melonjak dari 39% tahun lalu menjadi 84,9% yang mencengangkan. Namun, ini menjadi beban berat bagi Apple. Untuk menjalankan Apple Intelligence dan Siri versi baru dengan lancar, iPhone model mendatang diperkirakan harus ditingkatkan secara penuh ke RAM 12GB. Analis memperingatkan bahwa gelombang biaya ini dapat meningkatkan biaya produksi setiap iPhone sekitar $200, yang berarti jajaran iPhone di masa depan sangat mungkin mengalami kenaikan harga yang mengejutkan sebesar $150 hingga $200.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan