Menurut laporan CNBC, pemerintah Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) telah resmi mencapai kesepakatan mengenai amandemen Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK), yang telah resmi berlaku pada 17 Juni 2026. Amandemen ini bertujuan untuk memperkuat wewenang dan tanggung jawab Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), serta memberikan perlindungan hukum bagi anggotanya dalam menjalankan tugas. OJK diberikan wewenang baru untuk mengatur bursa komoditas mineral dan strategis. Selain itu, peraturan baru ini berfokus pada bidang aset kripto, dengan tujuan meningkatkan daya saing dan kontribusinya terhadap perekonomian nasional melalui penguatan kerangka regulasi.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 3
  • 2
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
TransparentGlassFeather
· 4jam yang lalu
Tanggal 17 Juni 2026 mulai berlaku, jendela waktu bagi pengembang proyek untuk mematuhi peraturan tidak banyak tersisa, harus segera.
Lihat AsliBalas0
GateUser-509018a9
· 4jam yang lalu
BI, OJK, dan LPS memiliki pemisahan kekuasaan dan saling menjamin, jaminan hukum diberikan dengan memadai, setidaknya lembaga berani masuk pasar.
Lihat AsliBalas0
LittleSunOfStainedGlass
· 4jam yang lalu
Indonesia akhirnya menetapkan kerangka regulasi kripto, apakah perluasan wewenang OJK ini menjadi keuntungan atau perombakan bagi bursa lokal?
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan