#SpotGoldBreaksBelow400


The Fed Masih Hawkish, Harga Emas Berisiko Lanjut Koreksi

Harga emas dunia masih melanjutkan tren pelemahannya di tengah meningkatnya ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga tinggi bank sentral Amerika Serikat (AS), The Fed.

Kondisi tersebut membuat minat investor terhadap emas berkurang karena dinilai kalah menarik dibandingkan aset berbasis dolar AS dan obligasi pemerintah AS.

Melansir Trading Economics pada Kamis (25/6/2026) pukul 16.50 WIB, harga emas di pasar spot bertengger di level US$ 3.986,16 per ons troi atau melemah sebanyak 5,22% dalam sepekan dan 11,53% dalam sebulan terakhir.

Harga emas spot saat ini dapat dibilang sudah cukup murah, mengingat pada akhir Januari 2026 lalu sempat terbang hingga menyentuh US$ 5.500 per ons troi.

Direktur Utama Dupoin Futures Indonesia, Gunawan Herman, menyebut pelemahan harga emas saat ini dipicu oleh meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed yang didukung oleh sejumlah data ekonomi AS yang masih solid. Saat ini suku bunga The Fed berada di level 3,50% hingga 3,75%.

Menurutnya, data tenaga kerja, inflasi, dan kondisi ekonomi AS sepanjang Juni menunjukkan perkembangan yang cukup positif sehingga memperkuat keyakinan pasar bahwa The Fed masih memiliki ruang untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat (hawkish).

“Kondisi ini membuat aset emas saat ini belum menjadi incaran para retail investor karena belum memberikan imbal hasil yang menarik seperti dolar dan obligasi Amerika serikat,” ujar Gunawan saat dihubungi Kontan, Kamis (25/6/2026).

Dari sisi teknikal, Gunawan melihat tekanan terhadap harga emas masih berpotensi berlanjut dalam jangka pendek. Gunawan mencermati pada grafik mingguan (weekly time frame), harga emas masih menunjukkan peluang pelemahan menuju level US$ 3.900 per ons troi.

Karena itu, ia menilai investor belum perlu terburu-buru melakukan akumulasi dalam jumlah besar dan sebaiknya menunggu perkembangan sentimen pasar berikutnya.

“Kita perlu melihat terlebih dahulu prospek ke depan, apakah ada sentimen positif atau tidak pada level tersebut. Dibutuhkan katalis tambahan dari kondisi makro ekonomi untuk mulai akumulasi," lanjutnya.

Meskipun demikian, Gunawan menilai emas tetap memiliki daya tarik sebagai aset safe haven, terutama dalam jangka panjang. Namun untuk sisa tahun 2026, prospek pergerakan harga emas masih akan sangat dipengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Menurutnya, apabila ekspektasi kenaikan suku bunga AS tetap bertahan, harga emas berpotensi bergerak lebih rendah. “Dengan proyeksi kenaikan suku bunga The Fed masih bisa terjadi kita akan mulai melihat level US$ 3.900 hingga US$ 3.800 sebagai level pembelian,” ungkapnya.

Untuk akhir tahun 2026, Gunawan menyoroti sejumlah level teknikal penting yang perlu dicermati pelaku pasar. Ia memberikan prospek area support harga emas spot bisa berada pada kisaran US$ 3.800 hingga US$ 3.600 per ons troi.
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 9
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
ThisIsTranslateContent:
· 3jam yang lalu
Teguh HODL💎
Lihat AsliBalas0
ThisIsTranslateContent:
· 3jam yang lalu
Gas aja 👊
Lihat AsliBalas0
HighAmbition
· 4jam yang lalu
2026 Ayo ayo ayo 👊
Lihat AsliBalas0
ThisIsTranslateContent:
· 4jam yang lalu
Lakukan saja 👊
Lihat AsliBalas0
Yunna
· 4jam yang lalu
Kera Masuk 🚀
Lihat AsliBalas0
Yunna
· 4jam yang lalu
Ayogas🔥
Lihat AsliBalas0
ThisIsTranslateContent:
· 4jam yang lalu
Ayonaik!🚗
Lihat AsliBalas0
ThisIsTranslateContent:
· 4jam yang lalu
Gasaja👊
Lihat AsliBalas0
BlackoutCryptoBoy
· 4jam yang lalu
Ke Bulan 🌕
Lihat AsliBalas0
Lihat Lebih Banyak
  • Disematkan