Mahkamah Agung memutuskan dengan suara 6-3 mendukung petugas penjara Louisiana yang secara paksa mencukur dreadlock seorang narapidana Rastafarian, melanggar hak beragamanya. Dalam kasus terpisah, pengadilan memihak raksasa teknologi Cisco, menolak klaim membantu pelanggaran hak asasi manusia di China berdasarkan Undang-Undang Tort Asing. Putusan-putusan ini memiliki implikasi penting bagi kasus hak beragama dan hak asasi manusia.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan