Menurut laporan berita CCTV, pada 22 Juni, Perdana Menteri dan Menteri Luar Negeri Qatar, Muhammad bin Abdulrahman Al Thani, menyatakan bahwa tugas utama Qatar adalah meredakan ketegangan di kawasan dan mendorong stabilitas.


Dia menekankan bahwa semua pihak harus menyelesaikan perbedaan melalui jalur diplomatik untuk mencegah situasi semakin memburuk.
Al Thani menunjukkan bahwa meskipun beberapa negara berusaha merusak negosiasi AS-Iran, Amerika Serikat dan Iran keduanya menunjukkan sikap bersedia menyelesaikan masalah.
Dia memperingatkan bahwa jika terjadi peningkatan di Timur Tengah, hal itu dapat mempengaruhi proses negosiasi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan