Selat Hormuz berada di pusat ketegangan baru pada 19 Juni: Badan Pengawal Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan penutupan kembali jalur air strategis tersebut — dengan alasan kelanjutan operasi Israel di Lebanon. Namun, hanya beberapa jam kemudian, Kementerian Luar Negeri Iran secara faktual membatalkan pernyataan tersebut. Sinyal IRGC dikirim melalui saluran radio laut — tepat di tempat di mana para kapten kapal menunggu, bukan jurnalis. Militer menginformasikan: karena Israel belum menarik pasukannya dari Lebanon, dan kehadiran militer Amerika di wilayah tersebut tetap ada, selat "tetap ditutup sampai kedua syarat ini terpenuhi". Kapal-kapal diperintahkan untuk tidak mendekati selat.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan