Axios:AS dan IR berencana "menandatangani lebih awal pada hari Rabu" nota kesepahaman gencatan senjata, Selat Hormuz diharapkan segera dibuka kembali

Amerika Serikat dan Iran sedang membahas untuk mempercepat penandatanganan nota kesepahaman gencatan senjata (MOU) yang dijadwalkan minggu ini pada hari Jumat menjadi hari Rabu secara daring, langkah ini akan membuat pembebasan blokade Selat Hormuz berlaku segera. Pada saat yang sama, media asing juga bocorkan draf 14 poin, berisi janji Amerika Serikat untuk menyediakan hingga 300 miliar dolar dana rekonstruksi dan sepenuhnya mencabut sanksi.
(Prakata: Trump ke G7! Membawa kesepakatan gencatan senjata Iran, Eropa berebut ikut serta dalam pembebasan Selat Hormuz, harga minyak turun hampir 5%)
(Penambahan latar belakang: Media Iran menyatakan: Setelah masa gratis 60 hari, Selat Hormuz akan dikenai biaya, Vance mengakui negosiasi tertunda)

Daftar Isi Artikel

Toggle

  • Laporan AS-Iran rencanakan percepat penandatanganan, pembebasan Selat Hormuz segera
  • Bocoran draf 14 poin: AS bayar 300 miliar dolar, cabut sanksi
  • Tekanan politik dan kontroversi? Pertemuan tatap muka nuklir hari Jumat tetap berlangsung

Krisis geopolitik Timur Tengah yang menjadi perhatian dunia ini tampaknya akan segera berakhir dengan damai secara dramatis. Menurut laporan terbaru dari media asing Axios yang dirilis pada 17 Juni 2026, Amerika Serikat, Iran, dan negara-negara mediasi terkait sedang melakukan diskusi intensif, berencana untuk mempercepat penandatanganan "nota kesepahaman (MOU)" yang semula dijadwalkan hari Jumat minggu ini menjadi hari Rabu melalui cara daring.

Laporan AS-Iran rencanakan percepat penandatanganan, pembebasan Selat Hormuz segera

Perubahan jadwal ini memiliki makna besar bagi ekonomi global dan pasar energi secara keseluruhan. Sumber mengungkapkan bahwa jika kedua belah pihak AS dan Iran berhasil menandatangani perjanjian lebih awal, ketentuan terkait "Selat Hormuz" akan berlaku segera, dan AS kemungkinan akan secara resmi merilis teks lengkap perjanjian dalam waktu dekat.

Gedung Putih sebelumnya secara tegas menyatakan bahwa pembukaan Selat dan pencabutan blokade oleh Angkatan Laut AS harus menunggu penandatanganan resmi hari Jumat; namun kini kedua pihak sangat ingin membuka jalur ini secepatnya, yang merupakan jalur transportasi energi terpenting di dunia. Meskipun Iran awalnya bersikeras menunggu penandatanganan resmi sebelum mempublikasikan teks, spekulasi muncul bahwa rencana percepatan ini terkait tekanan politik domestik besar yang dihadapi Gedung Putih akhir-akhir ini (meskipun sumber membantah hal tersebut).

Bocoran draf 14 poin: AS bayar 300 miliar dolar, cabut sanksi

Sementara teks resmi belum diumumkan, beberapa media asing seperti CNN dan Times of Israel telah memperoleh versi tanda tangan elektronik hari Minggu yang diduga merupakan teks lengkap "14 poin" tersebut. Meski Gedung Putih menyatakan versi ini tidak sepenuhnya akurat, bocorannya telah mengguncang pasar global:

  • Dana Rekonstruksi Besar-besaran: AS dan mitra akan menyediakan setidaknya 300 miliar dolar untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran pasca perang.
  • Penghentian blokade secara menyeluruh: Perjanjian menuntut penghentian perang secara permanen, AS akan segera mencabut blokade angkatan laut dan mengembalikan pelayaran dalam 30 hari; Iran juga harus membuka Selat Hormuz secara bersamaan.
  • Pencabutan sanksi ekonomi: AS akan secara bertahap mencabut berbagai sanksi terhadap Iran, membebaskan aset yang dibekukan, dan memberikan pengecualian ekspor minyak.
  • Janji terkait senjata nuklir: Iran menegaskan "tidak akan pernah memproduksi senjata nuklir", sementara masalah uranium yang diperkaya dan isu nuklir sensitif lainnya akan diselesaikan dalam kesepakatan akhir dalam 60 hari.

Tekanan politik dan kontroversi? Pertemuan tatap muka nuklir hari Jumat tetap berlangsung

Dalam proses diplomasi ini, muncul beberapa kontroversi. Pejabat tinggi Gedung Putih pernah mengklaim bahwa Presiden Trump, Wakil Presiden Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad-Bagher Ghalibaf telah menandatangani perjanjian secara elektronik pada hari Minggu; namun diplomat mediasi membantah hal tersebut, dan sumber lain menyebutkan rencana hari Rabu sebagai "penandatangan kedua", membuat situasi menjadi membingungkan.

Namun, laporan Axios menegaskan bahwa terlepas dari kapan akhirnya MOU ditandatangani, delegasi yang dipimpin Wakil Presiden Vance dan Ketua Parlemen Iran tetap akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi secara tatap muka di Swiss hari Jumat mendatang untuk membahas secara mendalam langkah-langkah nyata dalam memulai program nuklir Iran. Dengan menurunnya risiko geopolitik di Timur Tengah, pasar minyak global dan aliran dana safe haven diperkirakan akan mengalami penilaian ulang secara besar-besaran dalam beberapa hari ke depan.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan