#广场预测世界杯赢40000U Piala Dunia kali ini, hingga pertandingan pertama, satu-satunya tim kuat yang menang dengan selisih dua gol atau lebih hanyalah Jerman (7-1 Kuraçao) dan Meksiko (pertandingan pembuka 2-0 Afrika Selatan).


Semua tim kuat tradisional lainnya — Spanyol, Belgia, Brasil, Belanda — tidak mampu memenangkan pertandingan.
Mengapa? Tiga alasan:
Psikologis: Pemain tim kuat secara bawah sadar merasa "bagaimanapun juga bisa menang", sehingga intensitas di awal tidak cukup.
Tim lemah tahu bahwa "kalah adalah hal yang normal, menang adalah keuntungan", berjuang setiap bola.
Taktik: Kemampuan organisasi pertahanan tim lemah meningkat secara signifikan dalam empat tahun terakhir.
Pertahanan rapat + serangan balik cepat telah menjadi strategi standar semua tim lemah.
Jadwal: Dua tim teratas di grup langsung lolos, delapan tim ketiga terbaik juga bisa lolos.
Ini berarti tim kuat tidak perlu berjuang setiap pertandingan, tingkat toleransi kesalahan lebih tinggi dibandingkan edisi sebelumnya.
Malam ini, Prancis dan Argentina, apakah mereka bisa memecahkan kutukan "tim kuat tidak menang", bukan masalah kekuatan, tetapi masalah mentalitas.
Jika Deschamps bisa membuat pemain Prancis meningkatkan intensitas pertandingan sejak 15 menit pertama — Prancis menang lebih dari 2 gol.
Jika Prancis bermain lambat dan menguasai bola seperti Spanyol — hasil seri 1-1 atau bahkan kalah 0-1 sangat mungkin terjadi.
Argentina juga demikian. Keberadaan Messi memberi Argentina solusi lain dalam kebuntuan, tetapi jika tidak mencetak gol di babak pertama, tekanan di babak kedua akan meningkat secara eksponensial.
Lihat Asli
ThisIsTranslateContent:
#广场预测世界杯赢40000U Piala Dunia kali ini, hingga pertandingan pertama, satu-satunya tim kuat yang menang dengan selisih dua gol bersih atau lebih hanyalah Jerman (7-1 Kuraçao) dan Meksiko (pertandingan pembuka 2-0 Afrika Selatan).
Semua tim kuat lainnya — Spanyol, Belgia, Brasil, Belanda — semuanya gagal memenangkan pertandingan.
Mengapa? Tiga alasan:
Psikologis: Pemain tim kuat secara bawah sadar merasa "bagaimanapun juga bisa menang", sehingga intensitas di awal tidak cukup. Tim lemah tahu bahwa "kalah itu normal, menang itu bonus", berjuang setiap bola.
Taktik: Kemampuan organisasi pertahanan tim lemah meningkat secara signifikan dalam empat tahun terakhir. Pertahanan rapat + serangan balik cepat telah menjadi strategi standar semua tim lemah.
Jadwal: Dua tim teratas dari grup langsung lolos, delapan tim ketiga terbaik juga bisa lolos. Ini berarti tim kuat tidak perlu berjuang keras di setiap pertandingan, tingkat toleransi kesalahan saat lolos jauh lebih tinggi dibandingkan edisi sebelumnya.
Malam ini, Prancis dan Argentina, apakah mereka bisa memecahkan kutukan "tim kuat tidak menang", bukan masalah kekuatan, tetapi masalah mentalitas.
Jika Deschamps bisa membuat pemain Prancis meningkatkan intensitas pertandingan sejak 15 menit pertama — Prancis menang dengan selisih 2 gol atau lebih. Jika Prancis seperti Spanyol yang santai mengontrol bola di awal — hasil seri 1-1 atau bahkan 0-1 sangat mungkin.
Argentina juga sama. Keberadaan Messi memberi Argentina solusi lain dalam kebuntuan, tetapi jika tidak mencetak gol di babak pertama, tekanan di babak kedua akan meningkat secara eksponensial.
repost-content-media
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 1
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
HighAmbition
· 3jam yang lalu
Informasi yang baik 👍👍
Lihat AsliBalas0
  • Disematkan