Saya orang yang cukup kontradiktif: saat spot naik saya ingin segera ambil untung, akhirnya malah jual terlalu cepat; saat kontrak hijau saya ingin tahan, akhirnya meledak lebih bersih dari catatan harian. Kemudian saya memberi diri sendiri satu kalimat manusiawi: jangan anggap "harapan" sebagai posisi, posisi adalah uang yang bisa kamu tidur nyenyak. Setiap kali mau order, tanya dulu: apakah aku bisa menerima skenario terburuk? Kalau tidak, kurangi setengahnya, jangan keras kepala.



Belakangan ini melihat Layer2 yang setiap hari ribut soal TPS, biaya, subsidi, ribut seperti sedang menulis PRD… Jelasnya, bahkan chain tercepat sekalipun tidak bisa menyelamatkan saya dari menambah posisi secara sembarangan. Saya sekarang menganggap kontrak sebagai puisi pendek: jumlah kata (posisi) yang lebih sedikit, agar bisa mengedit (stop loss) lebih cepat. Yang saya pelajari bukan teknik, melainkan bahwa saya memang tidak cocok membuat keputusan berdasarkan emosi.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan