Belakangan ini saya sedang membaca diskusi trader, dan menemukan banyak pemula yang masih bingung tentang order pasar dan order limit. Sebenarnya kedua jenis order ini memiliki kegunaannya masing-masing, kuncinya adalah tahu kapan harus menggunakan yang mana.



Pertama, mari bahas order pasar. Yaitu kamu memutuskan untuk membeli atau menjual segera, harga ditentukan oleh pasar, dan eksekusi cepat. Contohnya, EUR/USD saat ini harga beli 1.09402, harga jual 1.09471, kamu langsung eksekusi pada harga tersebut. Keuntungannya adalah bisa masuk pasar dengan pasti, kekurangannya adalah harga yang kamu lihat dan harga terakhir yang eksekusi mungkin berbeda, terutama saat pasar sangat volatile.

Order limit berbeda lagi. Kamu menetapkan satu harga tertentu, hanya jika pasar turun ke harga yang kamu tetapkan, maka otomatis akan dieksekusi. Misalnya kamu melihat EUR/USD berfluktuasi antara 50 sampai 55, lalu pasang order beli di 50 atau 51, menunggu pasar datang sendiri. Keuntungannya adalah bisa mengontrol biaya, tetapi risikonya adalah pasar mungkin tidak pernah mencapai target harga kamu, dan order tetap tertahan.

Saya rasa keunggulan order limit adalah memberi kamu lebih banyak kendali aktif. Terutama untuk trader yang tidak bisa selalu memantau pasar, kamu bisa pasang order beli di 50 dan jual di 60, lalu matikan software dan lakukan hal lain. Jika dilakukan dengan benar, dalam jangka panjang, metode trading disiplin seperti ini seringkali bisa meraih hasil yang baik. Apalagi saat pasar sedang sideways, menggunakan order limit bisa menghemat biaya transaksi secara signifikan.

Lalu, kapan harus pakai order pasar? Saat pasar bergerak satu arah. Misalnya berita besar yang mendadak muncul, harga aset melonjak atau jatuh tajam, saat seperti ini memasukkan order secara manual dengan harga tertentu sudah tidak sempat, maka order pasar adalah pilihan agar bisa masuk pasar secepat mungkin.

Mengenai risiko order limit, yang terbesar adalah tidak terisi. Jadi, penting untuk menetapkan target harga yang masuk akal, mempertimbangkan nilai sebenarnya dari aset, likuiditas pasar, dan analisis teknikal. Selain itu, karena order limit biasanya tidak langsung terisi, kamu harus bersabar menunggu. Risiko dari order pasar adalah saat pasar sangat volatile, kamu mungkin membeli dengan harga yang tidak menguntungkan, dan harus berhati-hati terhadap risiko pembalikan harga akibat overbuying atau overselling.

Secara umum, jika kamu ingin segera eksekusi, order pasar lebih cocok; jika tidak terburu-buru dan ingin mengontrol biaya, keunggulan order limit akan terlihat. Trader jangka pendek biasanya lebih suka order pasar karena eksekusi cepat, sementara trader jangka panjang yang berpengalaman lebih tahu memanfaatkan keunggulan order limit untuk mengelola risiko dan biaya secara lebih detail.
EURUSD0,09%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan