Belakangan ini di komunitas saya melihat ada yang membahas tentang行情 squeeze (tekanan pasar), teringat bahwa ini memang tempat paling mudah mengalami kerugian besar saat melakukan short.



Squeeze secara sederhana adalah proses di mana posisi short dipaksa keluar oleh pasar. Bukan sekadar kenaikan harga saham, tetapi karena terlalu banyak yang melakukan short, begitu harga mulai berbalik, posisi short dipaksa untuk menutup posisi, terjadi lonjakan pembelian, dan harga saham akan melambung cepat, membentuk siklus yang buruk. Saya pernah melihat terlalu banyak orang mengalami kerugian sangat besar di sini.

Biasanya, squeeze terbagi menjadi dua jenis. Yang pertama adalah kenaikan harga saham yang terlalu cepat, sehingga posisi short terpaksa membeli kembali dengan harga tinggi untuk menutup posisi. Yang kedua lebih brutal — ada beberapa pihak yang sengaja menaikkan harga saham, memaksa posisi short keluar, dan mendapatkan keuntungan dari situ. Insiden GME adalah contoh klasik, dari awal tahun 2021 naik dari angka satu digit menjadi 483 yuan, saat itu kerugian short lebih dari 5 miliar dolar AS. TSLA juga, dari 350 naik ke lebih dari 2000, dalam waktu dua tahun naik 20 kali lipat, banyak posisi short yang benar-benar tertekan.

Mengapa squeeze bisa terjadi? Biasanya ada beberapa kondisi yang terpenuhi bersamaan: rasio short yang sangat tinggi (banyak orang yang bertaruh harga akan turun), jumlah saham yang beredar tidak besar, volume perdagangan terbatas, tiba-tiba muncul berita positif atau dana utama masuk. Jika kondisi ini terkumpul, sangat mudah terbentuk行情 squeeze.

Kalau kamu ingin melakukan short, saran saya adalah tanyakan tiga pertanyaan dulu: apakah kerugian maksimal dari posisi short ini bisa dikendalikan? Saat harga berbalik, apakah ada stop loss yang jelas? Apakah saham ini memiliki kondisi squeeze? Perhatikan terutama perubahan rasio short dan volume transaksi, ketika short melebihi 40-50% dari jumlah saham yang beredar, risiko sudah sangat tinggi.

Kuncinya adalah melihat rasio risiko. Jangan bertanya "apakah saham ini akan turun", tetapi tanyakan "apakah rasio risiko short saat ini masuk akal". Jika posisi short terlalu besar dan harga mulai menembus moving average penting, langkah terbaik biasanya bukan bertahan keras, melainkan mengurangi posisi atau keluar dulu. Jika rasio risiko short memburuk, biasanya bukan saatnya menunggu, tetapi semakin lama ditahan, semakin berbahaya.

Untuk menghindari squeeze, pemilihan saham sangat penting. Indeks pasar atau saham blue chip adalah arah yang lebih aman, karena aset ini memiliki volume likuiditas besar, sehingga kecil kemungkinannya rasio short terlalu tinggi. Untuk alat trading, di pasar bearish, meminjam saham untuk short bisa menghadapi masalah forced buyback, sedangkan menggunakan kontrak selisih harga (CFD) akan lebih fleksibel — bisa menyesuaikan leverage sendiri, melakukan posisi long dan short, tanpa batas waktu jatuh tempo.

Masalah terbesar saat short adalah: potensi keuntungan terbatas, tetapi kerugian secara teori tidak terbatas. Jadi, menghadapi risiko squeeze, kuncinya bukan soal bisa mendapatkan keuntungan dari setiap penurunan, tetapi bisa keluar dengan aman saat pasar berbalik. Trader yang matang bukan hanya melihat squeeze dan langsung masuk, juga bukan hanya short saat melihat pasar turun, tetapi terlebih dahulu menilai apakah rasio risiko dari trading ini masuk akal. Selama kamu bisa menilai rasio risiko terlebih dahulu, lalu memutuskan untuk masuk, squeeze tidak akan menjadi black swan yang tak terduga, melainkan risiko yang harus dipandang serius dalam proses trading.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan