Belakangan ini di komunitas banyak pemula bertanya tentang cara menggunakan order pasar dan order limit, jadi saya rangkum pengalaman praktis saya.



Sejujurnya, kedua jenis order ini terlihat sederhana, tapi jika tidak digunakan dengan baik bisa merugikan. Saya akan mulai dengan konsep dasar—order pasar adalah kamu ingin segera melakukan transaksi, membeli atau menjual langsung pada harga pasar saat ini, kecepatan eksekusi cepat tapi harga ditentukan oleh pasar. Sedangkan order limit sebaliknya, kamu menetapkan harga psikologis, jika pasar mencapai harga tersebut otomatis transaksi terjadi, tapi syaratnya pasar benar-benar harus menyentuh harga yang kamu tetapkan.

Contohnya, EUR/USD saat ini beli di 1.09402, jika kamu ingin masuk posisi segera, bisa langsung pakai order pasar. Tapi jika tidak terburu-buru, bisa pasang order limit beli di 1.09100, tunggu pasar turun dulu. Kedengarannya order limit sangat menguntungkan, tapi ada jebakan yang banyak orang pernah kena—masalah terbesar dari order limit adalah tidak pernah terselesaikan.

Saya sendiri sudah mengalami berkali-kali memasang harga yang tampaknya masuk akal, tapi pasar tidak pernah menyentuh, dan saya menyaksikan harga bergerak menjauh. Terutama saat pasar bergerak satu arah, harga melonjak atau jatuh tajam, order limit seperti pajangan tanpa guna. Itulah mengapa banyak orang mengeluh tentang kekurangan order limit—dia memberi kontrol, tapi tidak memberi jaminan transaksi.

Dalam pasar yang berombak, order limit memang berguna, misalnya aset berfluktuasi antara 50 sampai 55, kamu pasang order beli di 50 atau 51, nanti beberapa saat bisa langsung terisi, menghemat biaya transaksi. Tapi jika pasar tidak sesuai, kamu bisa menunggu lama, bahkan mungkin tidak pernah terisi. Ini tampak sempurna bagi mereka yang tidak bisa selalu memantau pasar—pasang harga beli/jual dan tunggu hasilnya—tapi kenyataannya keberhasilan strategi ini tergantung apakah pasar mau bergerak sesuai keinginanmu.

Order pasar jauh lebih langsung. Kamu ingin masuk posisi segera, eksekusi pada harga saat ini, tidak perlu tebak-tebakan apakah pasar akan mengikuti. Saat berita besar positif atau negatif muncul secara tiba-tiba, order pasar adalah satu-satunya cara cepat masuk pasar, kalau tidak, saat kamu input harga manual, pasar sudah bergerak jauh. Tapi konsekuensinya, kamu mungkin membeli lebih mahal dari perkiraan, atau menjual lebih murah dari yang diharapkan.

Singkatnya, pilihan order tergantung gaya tradingmu. Kalau kamu trader jangka pendek atau tidak paham pasar, order pasar lebih cocok karena jaminan eksekusi. Kalau kamu sabar, mau menunggu, dan punya analisis pasar, order limit bisa membantu mengendalikan biaya. Tapi harus siap secara mental—kekurangan order limit adalah ketidakpastiannya—kamu tidak pernah tahu apakah ordermu akan terisi dan kapan.

Terakhir, saran saya, gunakan hati-hati saat pasar sangat volatile dengan order pasar, jangan sampai terbawa emosi dan ikut-ikutan beli tinggi jual rendah. Untuk order limit, saat menetapkan harga, pertimbangkan nilai aset sebenarnya, likuiditas pasar, dan aspek teknikal, jangan asal pasang harga yang tidak realistis, karena itu sama saja tidak pasang order. Kedua jenis order sama-sama berguna, yang penting tahu kapan dan di mana menggunakannya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan