Saya melihat banyak orang bertanya tentang STO bagaimana cara menggunakannya tetapi sebenarnya sebelum mengetahui cara penggunaannya, sebaiknya memahami terlebih dahulu apa itu Stochastic Oscillator karena jika memahami dasar-dasarnya, penerapannya secara nyata akan jauh lebih efektif



Lebih mudah dari yang dibayangkan STO hanyalah indikator dalam kelompok Momentum yang menunjukkan di mana posisi harga penutupan terakhir berada antara harga tertinggi dan terendah dalam periode 14 waktu. Nilainya hanya berkisar antara 0 dan 100 saja

Namun, mengapa STO memiliki sejarah penggunaan lebih dari 70 tahun sejak akhir tahun 1950-an hingga sekarang? Karena indikator ini dapat memberi banyak informasi, seperti saat harga sedang naik, harga penutupan biasanya dekat dengan harga tertinggi, sehingga STO mendekati 100. Sebaliknya, saat harga naik turun, harga penutupan dekat dengan harga terendah, sehingga STO mendekati 0

Sebenarnya bagian terpenting dari Stochastic Oscillator adalah memiliki 2 garis, yaitu %K yang menunjukkan nilai indikator dan %D yang merupakan rata-rata 3 hari dari %K. Perhitungannya tidak rumit, cukup melihat seberapa jauh harga penutupan dari titik terendah dibandingkan dengan rentang antara tertinggi dan terendah, lalu dikalikan 100 untuk mendapatkan persentase

Untuk penggunaan STO, ada beberapa metode. Metode pertama adalah untuk menunjukkan tren. Ketika %K berada di atas %D, itu menunjukkan bahwa harga sedang dalam tren naik. Sebaliknya, ketika %K di bawah %D, harga sedang dalam tren turun. Namun, metode ini hanya efektif dalam jangka pendek

Metode yang paling umum digunakan adalah untuk menunjukkan apakah harga sedang overbought atau oversold. Ketika %K di atas 80, dianggap sebagai Overbought atau terlalu banyak membeli, harga cukup tinggi. Sebaliknya, ketika %K di bawah 20, dianggap sebagai Oversold atau terlalu banyak menjual, harga cukup rendah

Metode menarik lainnya adalah menggunakan Stochastic untuk mengidentifikasi titik balik. Ketika %K sedang naik tetapi harga mulai melambat, ini menunjukkan bahwa momentum melemah dan kemungkinan berbalik menjadi tren turun. Sebaliknya, ketika %K turun tetapi harga melambat turun, ini bisa menjadi tanda bahwa harga akan berbalik naik

Yang paling penting adalah jangan hanya mengandalkan STO sendiri karena indikator ini sering memberi sinyal palsu. Sebaiknya digunakan bersama indikator lain seperti EMA untuk mengidentifikasi tren utama, lalu gunakan Stochastic untuk mengonfirmasi titik beli atau jual, atau dikombinasikan dengan RSI untuk mengonfirmasi sinyal di zona tertinggi dan terendah

Penggunaan STO dengan MACD juga efektif. Ketika Stochastic masuk ke zona beli atau jual yang berlebihan, periksa apakah MACD memotong garis sinyal. Jika keduanya terjadi bersamaan, sinyalnya akan lebih kuat

Intinya, Stochastic Oscillator adalah alat yang bagus, tetapi harus digunakan dengan benar. Penyesuaian parameter, memilih timeframe yang sesuai, dan menggabungkan dengan alat filter sinyal lainnya akan membuat STO bekerja lebih akurat. Ingat, tidak ada indikator yang 100% akurat, tetapi memahami dasar-dasar dan menggunakannya secara cerdas akan meningkatkan peluang keberhasilan trading.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan