Belakangan ini ada yang bertanya tentang kurs Poundsterling, baru sadar bahwa banyak orang masih memahami Pound hanya dari persepsi "setelah Brexit terus turun". Sebenarnya, kisah Pound jauh lebih kompleks dari itu.



Pertama, mari kita bahas latar belakangnya. Pound adalah mata uang perdagangan terbesar keempat di dunia, dengan volume transaksi harian menyumbang 13% dari pasar valuta asing, hanya kalah dari dolar AS, euro, dan yen. Tapi belakangan ini, masa Pound memang tidak terlalu baik. Sejak krisis keuangan 2008, Pound mulai melemah, dari puncaknya 2 dolar per 1 Pound, turun terus hingga mencapai titik terendah 1,03 dolar pada 2022. Penurunan itu benar-benar membuat orang terkejut, media menyebutnya sebagai "Kejatuhan besar Pound".

Untuk memahami pergerakan kurs Pound, kita harus tahu mengapa sangat sensitif. Pound sangat peka terhadap variabel politik—pada malam referendum Brexit 2016, Pound langsung jatuh dari 1,47 ke 1,22, mencatat penurunan harian terbesar dalam beberapa dekade. Pada 2022, ada juga "anggaran mini" yang sama, ketika perdana menteri baru Truss mengumumkan rencana pemotongan pajak besar-besaran tanpa penjelasan sumber dana, pasar panik, dan Pound pun anjlok. Jadi, Pound adalah "indikator politik", ketidakpastian politik yang meningkat biasanya membuat Pound duluan turun.

Tapi itu belum semuanya. Ada dua logika kunci lain yang mempengaruhi pergerakan Pound: pertama, siklus kenaikan suku bunga AS akan menekan Pound karena dana mengalir ke aset dolar yang berimbal tinggi; kedua, jika Bank of England menaikkan suku bunga atau data ekonomi membaik, Pound akan menguat kembali. Dalam beberapa tahun terakhir, logika ini yang berperan—sejak 2023, BoE beberapa kali memberi sinyal bahwa suku bunga tinggi akan dipertahankan dalam jangka panjang, pasar mulai optimis terhadap Pound, dan kurs perlahan naik kembali ke sekitar 1,26.

Kalau saya rangkum, inti penggerak utama kurs Pound ada tiga aspek: stabilitas politik, arah suku bunga, dan data ekonomi. Menguasai ketiganya, kamu bisa menemukan irama dalam fluktuasi Pound.

Mengenai waktu trading, ada satu detail penting. Aktivitas trading Pound mulai meningkat di sore hari waktu London (sekitar pukul 14.00 waktu Asia), dan mencapai puncaknya setelah pasar AS buka (sekitar pukul 20.00 waktu Asia). Terutama di hari pengumuman data ekonomi penting Inggris dan AS, volatilitas Pound akan sangat terlihat. Misalnya pengumuman keputusan Bank of England, data GDP, dan sejenisnya, sering memicu reaksi cepat dari Pound.

Lalu, apakah sekarang saatnya membeli Pound? Itu tergantung pada periode trading dan toleransi risiko kamu. Kalau yakin tren Pound akan menguat, bisa pasang limit order beli di titik rendah dan atur stop loss untuk mengendalikan risiko. Sebaliknya, kalau bearish, bisa juga melakukan short. Intinya, gunakan stop loss secara fleksibel agar kerugian tidak terlalu besar.

Ada banyak cara berinvestasi di Pound, salah satunya trading forex margin karena mendukung operasi dua arah dan leverage yang fleksibel, jadi pilihan banyak trader profesional. Karena fluktuasi harian kurs terbatas, untuk mencapai keuntungan yang diinginkan dalam waktu singkat, leverage memang sering dipakai. Tapi, pastikan memilih platform trading yang aman dan terpercaya, serta kelola risiko dengan baik.

Secara umum, logika fluktuasi kurs Pound tidak rumit, tapi banyak faktor yang mempengaruhinya. Kalau kamu terus mengikuti perkembangan kebijakan, data ekonomi, dan sentimen pasar, peluang trading Pound akan terbuka. Ke depan, jika Inggris memasuki periode pemilu atau terjadi perubahan dalam arus dana global, Pound juga bisa muncul peluang tren baru.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan