Ada sesuatu yang sering diabaikan banyak investor saat mengevaluasi proyek mereka: perbedaan kritis antara melihat berapa banyak uang yang akan mereka hasilkan versus seberapa cepat mereka akan melakukannya. Itu persis yang membedakan NPV dari IRR, dan percayalah, memahami ini bisa mengubah cara Anda membuat keputusan investasi secara total.



Mari kita mulai dengan dasar. Nilai Sekarang Bersih, atau NPV, cukup langsung: memberi tahu Anda apakah sebuah proyek akan menghasilkan uang di saku Anda atau tidak. Caranya: Anda mengambil semua arus kas yang Anda harapkan terima di masa depan, mendiskontokannya ke nilai sekarang (karena uang hari ini lebih berharga daripada uang besok), mengurangkan apa yang Anda investasikan awal, dan selesai. Jika hasilnya angka positif, proyek menguntungkan. Jika negatif, lebih baik cari yang lain.

Rumusnya adalah: NPV = (Arus Kas Tahun 1 / (1 + Tingkat Diskonto)^1) + (Arus Kas Tahun 2 / (1 + Tingkat Diskonto)^2) + ... - Investasi Awal. Tampak rumit, tetapi yang benar-benar penting adalah bahwa tingkat diskonto yang Anda pilih memiliki dampak besar pada hasilnya. Inilah masalah pertama: tingkat tersebut bersifat subjektif. Anda memilihnya berdasarkan analisis risiko Anda, tetapi investor lain bisa memilih yang berbeda dan mencapai kesimpulan yang berlawanan tentang proyek yang sama.

Mari kita lihat contoh praktis. Katakan Anda menginvestasikan 10.000 dolar dalam sebuah proyek yang menghasilkan 4.000 dolar di akhir setiap tahun selama lima tahun, dengan tingkat diskonto 10%. Saat Anda menghitung, nilai sekarang dari arus kas tersebut sekitar 15.162 dolar. Kurangi investasi awal Anda dan Anda mendapatkan NPV sekitar 2.162 dolar. Proyek menguntungkan, lanjutkan.

Sekarang, IRR atau Tingkat Pengembalian Internal berbeda. Alih-alih memberi tahu Anda nilai dalam dolar, ini memberi tahu Anda persentase pengembalian yang Anda harapkan. Ini adalah tingkat yang membuat NPV sama dengan nol. Jika IRR Anda lebih besar dari tingkat acuan Anda (misalnya, apa yang akan dibayar obligasi pemerintah), maka proyek tersebut layak.

Di sinilah yang menarik: NPV dan IRR bisa memberi jawaban yang bertentangan. Sebuah proyek bisa memiliki NPV lebih tinggi tetapi IRR lebih rendah daripada yang lain. Kenapa? Karena mereka mengukur hal berbeda. NPV memberi angka keuntungan absolut, sementara IRR memberi persentase relatif. Jika Anda membandingkan proyek dengan ukuran berbeda, ini bisa menjadi masalah.

Keterbatasan NPV cukup banyak. Pertama, sangat bergantung pada tingkat diskonto yang Anda pilih, dan itu cukup subjektif. Kedua, mengasumsikan bahwa proyeksi arus kas Anda akurat, yang hampir tidak pernah benar di dunia nyata. Ketiga, tidak mempertimbangkan inflasi atau fleksibilitas untuk mengubah arah selama proyek berlangsung. Dan keempat, tidak ideal untuk membandingkan proyek dengan ukuran sangat berbeda.

IRR memiliki masalahnya sendiri. Kadang tidak ada IRR tunggal untuk sebuah proyek, terutama jika arus kasnya tidak teratur. Juga mengasumsikan bahwa Anda akan menginvestasikan arus kas positif kembali pada tingkat pengembalian yang sama, yang jarang terjadi. Dan di sini yang penting: IRR tidak selalu mencerminkan nilai waktu uang secara akurat dalam konteks inflasi.

Jadi, apa yang Anda lakukan ketika NPV dan IRR memberi jawaban berbeda? Jawabannya adalah Anda tidak boleh memilih hanya satu. Anda perlu melihat keduanya secara bersamaan. Jika arus kas sangat fluktuatif dan tingkat diskonto tinggi, NPV bisa negatif sementara IRR tetap positif. Dalam kasus seperti itu, sesuaikan tingkat diskonto Anda dan tinjau asumsi Anda.

Strategi sebenarnya adalah menggunakan NPV dan IRR sebagai alat pelengkap, bukan sebagai pesaing. NPV memberi tahu Anda apakah proyek menghasilkan nilai absolut. IRR memberi tahu Anda tingkat pengembalian relatif. Lengkapi keduanya dengan indikator lain seperti ROI, periode pengembalian modal, atau indeks profitabilitas.

Apa yang banyak investor tidak pertimbangkan adalah bahwa alat ini didasarkan pada proyeksi masa depan, dan masa depan itu tidak pasti. Sebelum menginvestasikan uang dalam proyek apa pun, Anda perlu melakukan evaluasi mendalam terhadap tujuan keuangan Anda sendiri, toleransi risiko, anggaran yang tersedia, dan bagaimana proyek ini cocok dalam portofolio Anda secara keseluruhan. NPV dan IRR adalah alat yang hebat untuk menyaring peluang, tetapi mereka bukan satu-satunya jawaban.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar