Belakangan ini saya terus memantau pergerakan poundsterling, dan saya menemukan bahwa logika di balik mata uang ini sebenarnya cukup menarik. Banyak orang mengatakan poundsterling sudah selesai, tapi saya rasa mungkin nilainya terlalu rendah.



Pertama, mari bahas latar belakang sejarahnya. Poundsterling dari 2015 yang berada di 1,53 dolar terus turun, pada tahun 2016 saat Brexit langsung jatuh ke 1,22, dan pada 2022 bahkan pernah menyentuh titik terendah sejarah di 1,03. Terlihat memang cukup menyedihkan. Tapi kamu harus tahu, poundsterling adalah mata uang perdagangan terbesar keempat di dunia, menyumbang 13% dari volume transaksi harian pasar valuta asing, posisi di City of London masih tetap kokoh.

Baru-baru ini saat saya meneliti analisis tren poundsterling, saya menemukan beberapa logika perdagangan yang cukup jelas. Yang pertama adalah sensitivitas politik — selama ketidakpastian internal Inggris muncul, poundsterling biasanya akan langsung turun. Ini terlihat dari referendum Brexit dan kejadian anggaran mini. Yang kedua adalah logika spread suku bunga — saat AS menaikkan suku bunga, pound melemah; saat AS menurunkan suku bunga, pound menguat kembali. Yang ketiga adalah sikap bank sentral, ketika Bank of England beralih menjadi hawkish, pound sering mengalami rebound yang cukup baik.

Situasi saat ini cukup menarik. Mulai akhir tahun lalu, AS mulai memasuki ekspektasi siklus penurunan suku bunga, sementara Bank of England masih mempertahankan suku bunga tinggi untuk mengatasi inflasi. Ketidaksesuaian kebijakan ini sebenarnya menguntungkan pound. Tingkat pengangguran Inggris stabil di sekitar 4,1%, pertumbuhan upah juga cukup baik, meskipun ekonomi tidak terlalu mencolok, tapi juga tidak mengalami kendala.

Dari analisis tren pound, dari sekitar 1,26 awal tahun lalu hingga sekarang, meskipun kenaikannya tidak besar, pasar sudah mulai bersiap untuk tren berikutnya. Jika AS benar-benar menurunkan suku bunga sebesar 75-100 basis poin, dan Inggris tetap mempertahankan suku bunga tinggi, pound berpotensi kembali ke 1,30 bahkan menantang 1,35. Sebaliknya, jika data ekonomi Inggris memburuk dan bank sentral terpaksa mempercepat penurunan suku bunga, pound mungkin akan kembali menguji di bawah 1,20.

Waktu terbaik untuk trading pound adalah saat pertemuan pasar Eropa dan Amerika, terutama saat jam buka pasar London hingga pasar AS, di mana volatilitas paling tinggi. Pengumuman keputusan bank sentral Inggris, data GDP, dan data besar lainnya biasanya membuat pergerakan pound sangat aktif.

Kalau kamu ingin ikut analisis tren dan trading pound, operasi dua arah (long atau short) akan lebih fleksibel daripada satu arah saja. Bisa beli saat harga rendah dan jual saat tinggi, atau melakukan short saat melihat tren turun. Ingat, selalu atur stop loss untuk mengendalikan risiko, ini kunci untuk profit stabil jangka panjang.

Pendapat saya saat ini adalah, pound memang punya peluang. Tren de-dolarisasi global semakin meluas, ditambah dengan keunggulan spread suku bunga, pound berpotensi mengalami rebound. Tapi tetap harus waspada terhadap stabilitas politik Inggris dan kebijakan Federal Reserve AS, karena kedua faktor ini sangat menentukan arah tren pound di masa depan. Kalau tertarik, kamu bisa melakukan riset sendiri tentang analisis tren pound dan temukan ritme trading yang cocok untukmu.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan