Belakangan ini sedang mempelajari berbagai cara investasi minyak mentah, dan menemukan bahwa banyak investor ritel sebenarnya kurang memahami alat ini yaitu ETF minyak mentah, tetapi ini memang merupakan titik masuk yang bagus.



ETF minyak mentah pada dasarnya adalah dana yang mengikuti harga minyak mentah, produk yang relatif baru muncul sejak 2005. Tidak seperti kontrak berjangka yang langsung memegang minyak fisik, ETF ini melalui investasi dalam kontrak berjangka minyak atau derivatif keuangan lain untuk secara tidak langsung mengikuti pergerakan harga minyak. Cara perdagangannya seperti membeli saham, langsung diperdagangkan di bursa, sehingga bagi investor ritel sangat rendah ambang batasnya.

Produk ETF minyak mentah yang bisa dipilih di Taiwan tidak banyak, Yuan Da S&P Minyak (00642U) adalah satu-satunya, mengikuti indeks minyak Goldman Sachs S&P, sangat berkorelasi dengan harga spot. Ada juga Jiekou Brent Oil Long 2 (00715L), ini adalah produk leverage yang bisa melakukan posisi long 2 kali lipat pada minyak Brent. Di pasar saham AS, pilihan lebih banyak, MLPX mengikuti perusahaan minyak dan gas pipa, IXC dan XLE mengikuti saham energi besar, keduanya memiliki hasil dividen yang cukup menarik.

Selain ETF, ada cara lain untuk berinvestasi minyak mentah. Perdagangan kontrak berjangka minyak terbesar tetapi memiliki ambang yang tinggi, membutuhkan modal besar. Membeli saham terkait minyak secara langsung juga bisa, tetapi perlu riset mendalam tentang potensi produksi dan kondisi keuangan perusahaan tertentu. Mekanisme perdagangan opsi mirip kontrak berjangka, membeli opsi sama dengan membeli asuransi untuk transaksi di masa depan. Ada juga kontrak selisih harga (CFD), metode ini menggunakan leverage untuk memperbesar keuntungan, tetapi risikonya juga besar.

Keuntungan berinvestasi di ETF minyak mentah sangat jelas. Pertama, operasinya sederhana, tidak perlu membuka akun kontrak berjangka terpisah. Kedua, likuiditas tinggi, bisa diperdagangkan secara aktif dalam hari yang sama. Biaya pengelolaan biasanya hanya 0,3%-0,4%, lebih murah dibandingkan kontrak berjangka dan saham. Selain itu, mendukung perdagangan dua arah, bisa melakukan posisi long maupun short. Yang terpenting, risiko margin call ETF minyak relatif lebih rendah, dan ambang investasi juga jauh lebih terjangkau dibanding kontrak berjangka.

Namun, risiko juga tidak boleh diabaikan. Harga minyak sangat fluktuatif, dipengaruhi oleh peristiwa politik global dan faktor lingkungan. Beberapa ETF minyak mengikuti perusahaan shale kecil dan menengah yang kurang kompetitif, saat harga minyak rendah bisa bermasalah. Selain itu, ETF yang mengikuti kontrak berjangka minyak memiliki biaya rollover yang tinggi, tidak cocok untuk dipegang jangka panjang, karena akan meningkatkan biaya dana.

Saat memilih ETF minyak, perhatikan apa yang menjadi acuan, pilih produk dari institusi besar dan kuat, karena sistem riset mereka lebih lengkap dan mampu menangkap pergerakan harga minyak dengan lebih tajam. Jika ingin melakukan lindung nilai, bisa membeli ETF inverse untuk short, tetapi produk ini sangat berisiko tinggi, harus evaluasi dulu kemampuan risiko diri sendiri. Secara keseluruhan, ETF minyak mentah adalah alat yang bagus, tetapi harus memahami mekanisme operasinya dan risiko yang terkait.
SPX-8,02%
GS-0,14%
NG-0,18%
XLE-1,66%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan