Ada hal menarik tentang ekonomi yang mempengaruhi dompet kita semua, yaitu inflasi. Inflasi adalah fenomena di mana harga barang dan jasa terus meningkat, sehingga uang yang kita miliki menjadi kurang mampu membeli.



Bayangkan situasi ini, beberapa tahun yang lalu uang 50 baht bisa membeli banyak nasi, tetapi hari ini hanya cukup untuk satu porsi. Itu adalah akibat dari inflasi, yaitu penurunan daya beli uang kita. Dalam dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan, harga nasi mungkin akan meningkat dua kali lipat atau lebih.

Mengapa inflasi adalah masalah utama? Karena hal ini mempengaruhi keputusan investasi, perencanaan keuangan, dan bahkan kemampuan untuk menjalani kehidupan sehari-hari. Ketika orang yang memiliki bisnis pribadi dapat menaikkan harga barang, tetapi pekerja yang menerima gaji tetap akan dirugikan karena kenaikan gaji mereka lebih lambat dari laju inflasi.

Inflasi adalah hasil dari beberapa penyebab. Pertama, permintaan membeli barang meningkat secara mendadak, tetapi produsen tidak mampu memproduksi cukup. Contohnya, setelah masa lockdown, orang-orang ingin membeli barang, sehingga harga melonjak. Kedua, biaya produksi meningkat, seperti harga minyak mentah, gas alam, atau kekurangan chip dalam produksi elektronik. Ketiga, masalah dalam rantai pasok yang menyebabkan biaya pengangkutan dan pengelolaan meningkat.

Cara mengukur inflasi adalah dengan melihat Indeks Harga Konsumen (CPI) setiap bulan. Kementerian Perdagangan mengumpulkan data harga 430 item barang, lalu membandingkannya dengan tahun sebelumnya. Kenaikan indeks ini adalah tingkat inflasi yang menjadi target Bank Sentral.

Siapa yang diuntungkan dari inflasi? Pengusaha, pedagang, dan pemegang saham mendapatkan keuntungan karena mereka dapat menaikkan harga sesuai permintaan. Sedangkan yang dirugikan adalah mereka yang bergaji tetap, karena kenaikan gaji tidak secepat inflasi.

Dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari kita, harga barang kebutuhan seperti daging, telur, sayur, minyak meningkat. Hargaข้าวก็เพิ่มขึ้นเช่นกัน เมื่อปี 2564 หมูเนื้อแดงราคา 137.5 บาท/กก. แต่ปี 2565 พุ่งเป็น 205 บาท/กก. ปี 2566 ลดเหลือ 125 บาท/กก. ปี 2567 ปรับเป็น 133.31 บาท/กก. ความผันผวนเช่นนี้ทำให้ค่าครองชีพไม่แน่นอน

Lalu, apa itu deflasi? Berlawanan dengan inflasi, deflasi adalah kondisi di mana harga barang terus menurun. Bisa disebabkan oleh berkurangnya permintaan atau jumlah uang yang tidak cukup. Baik inflasi maupun deflasi adalah sinyal ketidakseimbangan ekonomi.

Ketika inflasi datang, apa yang harus dilakukan? Salah satu caranya adalah merencanakan investasi dengan baik, menyimpan uang dengan bunga tinggi, atau berinvestasi dalam aset yang nilainya stabil, seperti emas. Investasi properti juga merupakan pilihan yang baik karena sewa akan meningkat mengikuti inflasi.

Sektor mana yang diuntungkan? Bank akan diuntungkan karena bunga naik. Asuransi juga mendapatkan hasil yang baik. Sektor makanan adalah pilihan yang baik karena merupakan barang kebutuhan yang harus dibeli orang, tidak peduli berapa besar kenaikan harganya.

Inflasi adalah fenomena yang sulit dihindari, tetapi jika kita memahaminya, kita bisa menyesuaikan diri dan menciptakan peluang. Selalu ikuti berita ekonomi agar tidak melewatkan sinyal penting, karena persiapan di muka akan membuat kita lebih aman.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan