Belakangan ini semakin banyak pekerja kantoran yang membahas tentang menabung saham, mengatakan bahwa dengan memegang saham jangka panjang mereka bisa pensiun lebih awal dan mencapai kebebasan finansial. Kedengarannya memang sangat menarik, tapi setelah saya teliti cukup lama, saya menemukan bahwa menabung saham sebenarnya tidak semeski yang dibicarakan di internet.



Menabung saham secara sederhana adalah membeli saham lalu menyimpannya dalam jangka panjang, mengandalkan dividen perusahaan untuk mengumpulkan keuntungan. Kedengarannya sangat simpel, tapi dalam praktiknya banyak jebakan. Yang paling saya ingat adalah kasus dari tahun 2021 yang sedang populer (3373). Saat itu dividen sebesar 10 yuan, yield lebih dari 15%, banyak orang masuk pasar ingin menerima dividen, tapi harga saham dari 70 yuan turun terus sampai 22 yuan. Mendapatkan dividen tapi rugi dari selisih harga, situasi seperti ini sebenarnya lebih umum dari yang kamu bayangkan. Jadi, pertama-tama harus sadar bahwa menabung saham sama sekali tidak menjamin modal aman—risiko kerugian akibat penurunan harga saham selalu ada.

Memilih saham adalah bagian yang paling menguji kemampuan dalam menabung saham. Tidak cukup hanya melihat tingkat dividen yang tinggi, tetapi juga harus meneliti fundamental perusahaan, kondisi industri, dan apakah valuasi wajar. Ini sebenarnya merupakan tantangan besar bagi orang yang ingin investasi santai. Selain itu, dana untuk menabung saham umumnya tidak bisa diambil sewaktu-waktu, karena jika buru-buru dijual bisa mengalami kerugian. Jadi, harus menggunakan dana yang tidak diperlukan dalam waktu dekat, uang yang tidak akan dipakai dalam waktu singkat.

Ada satu hal yang sangat penting—hasil dari menabung saham dalam jangka pendek memang terbatas. Keunggulannya terletak pada efek bunga majemuk jangka panjang. Kalau kamu ingin cepat kaya, menabung saham mungkin tidak cocok. Fluktuasi pasar dan perubahan suasana hati dalam jangka pendek lebih berpengaruh terhadap harga saham, jadi para investor saham harus membangun mental yang kuat, mampu tetap tenang saat harga saham turun.

Namun, menabung saham juga memiliki daya tarik tersendiri. Manfaat paling langsung adalah penghasilan pasif. Asalkan memilih perusahaan yang sehat, secara rutin bisa menerima dividen tunai atau dividen saham. Lebih penting lagi, jika dana dividen yang diterima diinvestasikan kembali, dengan efek bunga majemuk waktu, selama 20-30 tahun, jumlah saham yang dimiliki akan semakin besar seperti bola salju yang menggelinding, dan total hasil akhirnya biasanya cukup mengesankan.

Keuntungan lain dari menabung saham adalah tidak perlu memantau pasar setiap hari. Pekerja kantoran sangat cocok dengan metode investasi ini, karena fokus pada tren jangka panjang, selama fundamental perusahaan tidak bermasalah, bahkan saat pasar bergejolak mereka tetap bisa tahan. Banyak investor saham bahkan menganggap penurunan harga sebagai kesempatan diskon untuk membeli, sehingga mental mereka jauh lebih stabil dibanding trader jangka pendek.

Dari sudut pandang melawan inflasi, menabung saham juga punya keunggulan. Uang tunai akan terdepresiasi karena inflasi, tetapi perusahaan yang sehat biasanya akan menyesuaikan keuntungan mereka mengikuti kenaikan harga. Seperti saham bahan baku, saham keuangan, dan saham kebutuhan pokok, harga saham dan dividen jangka panjang cenderung naik, sehingga secara alami memiliki efek melawan inflasi. Di Taiwan, dari segi sistem pajak, para investor saham juga memiliki keuntungan relatif, karena penghasilan dividen bisa digabungkan ke dalam penghasilan gabungan dan mendapatkan potongan pajak sebesar 8,5%, sehingga banyak orang bisa mendapatkan pengembalian pajak atau beban pajak yang lebih rendah.

Kalau mau memilih saham untuk ditabung, ETF adalah pilihan terbaik untuk pemula. Seperti Yuanta High Dividend (0056), Yuanta Taiwan 50 (0050), meskipun yield-nya tidak tertinggi, tapi secara jangka panjang keuntungan dari selisih harga biasanya lebih menguntungkan. Saham keuangan juga favorit para investor saham, seperti Mega Financial (2886), CTBC Financial (2891), E.SUN Financial (2884), yang dividen mereka stabil dan fundamentalnya cukup kokoh. Saham telekomunikasi seperti Chunghwa Telecom (2412) juga tidak buruk, karena meskipun kondisi ekonomi sedang buruk, orang tetap harus menggunakan internet dan telepon.

Orang yang cocok menabung saham biasanya memiliki beberapa ciri: mampu secara rutin mengeluarkan dana cadangan untuk investasi, memiliki kesabaran cukup untuk menanggung fluktuasi pasar, gaya investasi konservatif, dan percaya diri dalam analisis fundamental perusahaan. Kalau kamu ingin cepat kaya dalam waktu singkat, menabung saham mungkin bukan jawabannya. Anak muda yang ingin kaya, menabung saham hanyalah salah satu alat, bukan jaminan pasti. Yang benar-benar penting adalah belajar melakukan diversifikasi investasi, memilih metode yang sesuai dengan kondisi keuangan sendiri. Setiap investasi memiliki risiko, jadi jangan ikut-ikutan tanpa pikir panjang.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Disematkan