Saya baru saja meninjau beberapa analisis trader pemula dan saya perhatikan bahwa banyak dari mereka masih belum menguasai sesuatu yang dasar tetapi sangat penting: lilin Jepang. Jujur saja, jika kamu tidak memahami dengan baik cara membacanya, kamu sedang beroperasi secara buta.



Mari kita mulai dengan yang esensial. Lilin Jepang hanyalah representasi grafis dari harga dalam periode waktu tertentu. Mereka memiliki dua komponen utama: badan dan sumbu. Tapi yang penting adalah setiap lilin memberi kamu 4 data secara bersamaan: harga pembukaan, tertinggi, terendah, dan penutupan, yang kita sebut OHLC. Biasanya kamu akan melihatnya berwarna hijau jika naik dan merah jika turun, meskipun itu tergantung platformmu.

Sekarang, mengapa lilin Jepang sangat penting untuk analisis teknikal? Karena mereka memungkinkanmu melihat lebih dari sekadar grafik garis sederhana. Dengan garis kamu hanya melihat harga penutupan, tetapi dengan lilin kamu melihat seluruh pergerakan selama periode tersebut: di mana harga dibuka, sampai di mana mencoba naik, sampai di mana jatuh. Itu adalah informasi berharga yang banyak trader abaikan.

Polanya yang paling umum yang harus kamu ketahui ada beberapa. Lilin Engulfing menunjukkan perubahan tren: sebuah lilin kecil diikuti oleh lilin yang lebih besar yang menelan seluruhnya. Doji menunjukkan ketidakpastian pasar, dengan sumbu panjang dan badan kecil. Palu adalah lilin dengan badan kecil dan sumbu sangat panjang yang menyarankan pembalikan. Kemudian ada Marubozu, yang hampir kebalikan: badan panjang dan sumbu hampir tidak ada, menunjukkan kekuatan dalam tren.

Apa yang saya pelajari setelah mempelajari lilin Jepang selama bertahun-tahun adalah bahwa sebagian besar pemula melakukan kesalahan yang sama: mencari pola dan langsung membuka posisi. Itu berbahaya. Kamu membutuhkan konfluensi. Jika kamu melihat lilin palu tetapi juga cocok dengan level support penting dan retracement Fibonacci, maka kamu punya alasan untuk beroperasi. Sinyal tunggal tidak cukup.

Berikut saran yang akan menghemat uangmu: pola di timeframe yang lebih besar bekerja lebih baik. Palu di grafik harian jauh lebih dapat diandalkan daripada di 15 menit. Alasannya sederhana: ada volume lebih banyak dan noise lebih sedikit.

Saya juga menemukan sesuatu yang menarik: jika membagi satu lilin 1 jam menjadi 4 lilin 15 menit, kamu bisa melihat secara tepat apa yang terjadi di dalam jam tersebut. Itu membantumu memahami mekanisme pasar dan mengapa pola itu terbentuk.

Rekomendasi terakhir saya: pertama, pelajari cara membaca lilin Jepang dengan benar. Kedua, latihan di akun demo dengan mengidentifikasi pola di masa lalu. Ketiga, saat mulai beroperasi, selalu cari beberapa sinyal sebelum masuk. Keempat, ingat bahwa pola lilin Jepang berlaku di semua pasar: forex, cryptocurrency, komoditas, saham. Dan kelima, luangkan waktu nyata untuk menganalisis grafik sebelum mengambil risiko uang.

Pikirkan seperti ini: seorang pemain sepak bola profesional berlatih 3 jam setiap hari untuk bermain selama 90 menit. Kamu harus menganalisis pasar beberapa jam setiap hari untuk melakukan satu atau dua operasi yang didasarkan dengan baik. Kualitas selalu lebih penting daripada kuantitas dalam trading.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar