Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
CFD
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 40+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Belakangan ini saya meninjau kembali tren nilai tukar dolar AS selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan bahwa pada tahun 2024 memang terjadi pembalikan yang cukup menarik.
Masih ingat di akhir tahun 2023, banyak orang yang bertaruh bahwa dolar akan tetap kuat. Saat itu indeks dolar mengalami fluktuasi khas—awal tahun turun hampir 3% karena inflasi yang menurun, kemudian pada Mei naik 3,5% karena data ekonomi yang kuat, dan dari pertengahan Juli hingga awal Oktober bahkan naik selama 11 minggu berturut-turut mencapai titik tertinggi dalam tahun tersebut. Pada periode itu dolar memang sangat perkasa, terutama saat imbal hasil obligasi AS mencapai rekor tertinggi.
Namun Federal Reserve mulai mengirim sinyal dovish pada bulan November, ditambah data pekerjaan non-pertanian bulan Oktober yang lemah dari perkiraan, membuat indeks dolar mulai melemah. Pada tahun 2024, tren ini menjadi semakin jelas.
Berbicara tentang tren nilai tukar dolar, saat itu berbagai lembaga besar memiliki prediksi yang cukup berbeda. Goldman Sachs memperkirakan ekonomi AS akan mendarat lunak, suku bunga tetap tinggi, dan dolar akan tetap kuat. Tapi bank Wells Fargo berpendapat bahwa meskipun ekonomi AS sangat baik, kecenderungan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga akan membatasi kenaikan dolar, dan mereka memperkirakan dolar akan melemah secara umum di 2024. BNP Paribas bahkan lebih agresif, secara langsung menyatakan bahwa dolar akan melemah di 2024 dan mengembalikan sebagian besar apresiasi riil selama sepuluh tahun terakhir.
Yang paling menarik adalah pasangan USD/JPY. Pada 2023, USD/JPY naik 8%, terutama karena Federal Reserve menaikkan suku bunga sementara Bank of Japan tetap mempertahankan suku bunga negatif. Pada November, USD/JPY bahkan mendekati level tertinggi selama 33 tahun di 151,7.
Namun titik balik pun datang. Pasar mulai memperhitungkan kemungkinan Bank of Japan akan mengubah kebijakan, mengharapkan mereka segera mengakhiri suku bunga negatif. Pada 2024, prediksi ini menjadi kenyataan—Bank of Japan benar-benar memulai siklus kenaikan suku bunga di paruh pertama tahun. Pada saat yang sama, Federal Reserve mulai menurunkan suku bunga. Akibatnya, tren USD/JPY berbalik arah.
Analis ING saat itu memprediksi bahwa suku bunga jangka pendek AS akan turun sebelum Federal Reserve melakukan penurunan suku bunga, dan dengan berakhirnya kebijakan suku bunga negatif Bank of Japan di kuartal kedua 2024, USD/JPY akan turun secara signifikan. Berdasarkan tren nyata kemudian, prediksi ini terbukti cukup akurat. Nomura Securities memperkirakan USD/JPY akan turun ke 135 di akhir tahun, dan ini juga cukup sesuai kenyataan.
Melihat ke belakang, tren nilai tukar dolar AS di 2024 memang menunjukkan adanya pembalikan logika. Indeks dolar berfluktuasi karena faktor bullish dan bearish saling bertemu, sementara USD/JPY melemah karena konvergensi kebijakan moneter kedua negara. Kasus ini sangat menginspirasi—pada akhirnya, tren nilai tukar masih sangat dipengaruhi oleh divergensi kebijakan moneter; ketika perbedaan kebijakan menyempit, tren satu arah sebelumnya cenderung berbalik.