Belakangan ini saya meninjau kembali tren nilai tukar dolar AS selama beberapa tahun terakhir, dan menemukan bahwa pada tahun 2024 memang terjadi pembalikan yang cukup menarik.



Masih ingat di akhir tahun 2023, banyak orang yang bertaruh bahwa dolar akan tetap kuat. Saat itu indeks dolar mengalami fluktuasi khas—awal tahun turun hampir 3% karena inflasi yang menurun, kemudian pada Mei naik 3,5% karena data ekonomi yang kuat, dan dari pertengahan Juli hingga awal Oktober bahkan naik selama 11 minggu berturut-turut mencapai titik tertinggi dalam tahun tersebut. Pada periode itu dolar memang sangat perkasa, terutama saat imbal hasil obligasi AS mencapai rekor tertinggi.

Namun Federal Reserve mulai mengirim sinyal dovish pada bulan November, ditambah data pekerjaan non-pertanian bulan Oktober yang lemah dari perkiraan, membuat indeks dolar mulai melemah. Pada tahun 2024, tren ini menjadi semakin jelas.

Berbicara tentang tren nilai tukar dolar, saat itu berbagai lembaga besar memiliki prediksi yang cukup berbeda. Goldman Sachs memperkirakan ekonomi AS akan mendarat lunak, suku bunga tetap tinggi, dan dolar akan tetap kuat. Tapi bank Wells Fargo berpendapat bahwa meskipun ekonomi AS sangat baik, kecenderungan Federal Reserve untuk menurunkan suku bunga akan membatasi kenaikan dolar, dan mereka memperkirakan dolar akan melemah secara umum di 2024. BNP Paribas bahkan lebih agresif, secara langsung menyatakan bahwa dolar akan melemah di 2024 dan mengembalikan sebagian besar apresiasi riil selama sepuluh tahun terakhir.

Yang paling menarik adalah pasangan USD/JPY. Pada 2023, USD/JPY naik 8%, terutama karena Federal Reserve menaikkan suku bunga sementara Bank of Japan tetap mempertahankan suku bunga negatif. Pada November, USD/JPY bahkan mendekati level tertinggi selama 33 tahun di 151,7.

Namun titik balik pun datang. Pasar mulai memperhitungkan kemungkinan Bank of Japan akan mengubah kebijakan, mengharapkan mereka segera mengakhiri suku bunga negatif. Pada 2024, prediksi ini menjadi kenyataan—Bank of Japan benar-benar memulai siklus kenaikan suku bunga di paruh pertama tahun. Pada saat yang sama, Federal Reserve mulai menurunkan suku bunga. Akibatnya, tren USD/JPY berbalik arah.

Analis ING saat itu memprediksi bahwa suku bunga jangka pendek AS akan turun sebelum Federal Reserve melakukan penurunan suku bunga, dan dengan berakhirnya kebijakan suku bunga negatif Bank of Japan di kuartal kedua 2024, USD/JPY akan turun secara signifikan. Berdasarkan tren nyata kemudian, prediksi ini terbukti cukup akurat. Nomura Securities memperkirakan USD/JPY akan turun ke 135 di akhir tahun, dan ini juga cukup sesuai kenyataan.

Melihat ke belakang, tren nilai tukar dolar AS di 2024 memang menunjukkan adanya pembalikan logika. Indeks dolar berfluktuasi karena faktor bullish dan bearish saling bertemu, sementara USD/JPY melemah karena konvergensi kebijakan moneter kedua negara. Kasus ini sangat menginspirasi—pada akhirnya, tren nilai tukar masih sangat dipengaruhi oleh divergensi kebijakan moneter; ketika perbedaan kebijakan menyempit, tren satu arah sebelumnya cenderung berbalik.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar